Saturday, October 21, 2017

Kita dan Sepucuk Kenangan

Setiap orang punya kebaikan yang ingin tetap ia lakukan
Setiap orang punya kebijakan yang selalu ingin ia terapkan
Setiap orang punya hati yang senantiasa ingin ia jaga
Dan setiap orang punya orang lain yang berharga baginya untuk dilindungi


Assalamualaikum...
Annyeong...
Happy wiken, pada kemana malam minggu gini kawans? Kalo saya cukup di rumah menikmati kebersamaan yang jarang terjadi hihihi..maklum saya bukan orang yang suka kelayapan dan lebih pewe di rumah meski sekedar nonton drama Korea, baca novel, browsing, sekedar nonton tivi ataupun chit chat di grup. Ngobrolin masalah chatting nih kawans, tentunya kita bersyukur banget karena kemajuan tekhnologi membuat kita dimudahkan untuk berinteraksi dengan teman-teman dan keluarga, termasuk didalamnya adalah teman lama jaman kita masih "monyet" di bangku sekolah. Banyak grup dibentuk dari alumni SD, SMP, SMA, kuliah sampai alumni pelatihan yang semuanya hampir mempunyai tujuan yang sama yaitu mempererat tali silaturahim yang sempat terputus.

source: google
Tapi tahukah kawans bahwa beberapa setan jahat kadang menyelinap masuk diantara jari-jari yang mengetik obrolan kita di grup, terutama ketika kita berada diantara orang-orang lama yang mempunyai kenangan tentang kita. Bukan saya tidak setuju dengan adanya grup-grup chatting seperti ini, saya bahkan sejujurnya seneng banget karena akhirnya tahu kabar dia begini kabar si A begitu dan sebagainya. Hanya saja terkadang perselisihan terjadi hanya karena perbedaan pandangan dari satu orang dengan orang yang lain karena perbedaan prinsip, yang pada akhirnya berujung pada kata-kata kasar yang sedikit mengandung unsur "latar belakang". Jujur hal seperti ini membuat kita jengah untuk sekedar membaca obrolan, apalagi jika harus nimbrung ngobrol.

Belum lagi ketika ada seseorang yang membuat kita mengenang kekonyolan perasaan masa muda kita, saling olok-mengolok dulu naksir siapa, dulu pacarnya siapa, dan kemudian berujung pada CLBK. Ya kalo kita baru lulus kemarin kemudian CLBK mah gak masalah karena pasti masih pada single, lha ini? Udah pada nikah tapi masih bahas gosip jaman grandong belum dikebiri sama Sembara, rempong cyintt...😂😂 Fiuh....pengen rasanya "minggat" dari grup itu, tapi kemudian di tahan selama obrolan, gambar ataupun video yang di share di grup masih sehat. Maka jadilah banyak silent reader yang mencoba menahan diri dari tuduhan sombong, belagu dan lain sebagainya 😀 Bukan sombong sebenarnya, hanya saja kami para silent reader(SR) (ketauan deh kalo bagian dari kelompok SR 😂) hanya ingin menjaga hati kami. Hati kami tetap hati manusia yang sewaktu-waktu bisa dibolak-balik jika tidak kami jaga dan kami lindungi, eaaaaaa...uhuk*dilempar botol 😂. Wong jadi SR gini aja masih di jelesin sama orang, apalagi jadi cerewet, etdah, serba salah sayahnya 😃😂

source:google
Belum lagi jika kemudian berujung pada kopdar atau reuni. Bukan saya menentang adanya reuni, hanya saja kadang reuni ini memberi persyaratan dilarang membawa pasangan yang notobene pasti akan menimbulkan banyak kejadian tak terduga, misal ketemu mantan pacar dan lain sebagainya. Yakin bisa menjaga hati? Yakin! Kalo kemudian tiap hari ngobrol di grup, yakin gak akan goyah? Yakin! Kalo kemudian dia ngajak ketemua diluar grup? Gak mau lah! Telponan? Gak maulah! Chat pribadi? Ehmmm... Nah, dari situlah setan masuk. Dan dari sinilah keputusan menjadi SR itu lebih baik. Mungkin saya terlalu picik dan naif, namun lebih baik saya dikatakan picik dan berfikiran sempit daripada saya harus mengotori hati di kemudian hari. Biarlah kemudian saya dikatakan sombong dan belagu di grup meski ketika bertemu secara tak sengaja dipasar bisa ngobrol dengan baik (lak lucu tho 😃😃😂 )

source:google
Tapi bukan berarti reuni itu tidak baik. Ada banyak hal baik yang bisa diambil dari reuni, diantaranya adalah koneksi. Selain itu kitapun bisa berbagi ilmu dari teman yang berbeda profesi, saling berdiskusi tentang ilmu yang kita peroleh, pengalaman hidup dan pandangan hidup. Belum lagi jika kita bisa termotivasi untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dengan bertemunya kita dengan kawan-kawan lama, mungkin inilah sejatinya inti reuni yang sebenarnya. Jujur jika harus memilih, saya bersedia ikut reuni apa maka saya akan memilih mengikuti reuni alumni *** (sensor), ****** (sensor) dan **** (sensor) 😁, selain itu ogah. Kenapa? ya..demi hati lah, apalagi hehehe...

Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga hati kita? 
"Yaa muqallibal quluub, tsabbit qulbi 'alaa dinnil islam"
Mohon maaf jika sedikit menyinggung 😌




No comments:

Post a Comment