Showing posts with label Teladan. Show all posts
Showing posts with label Teladan. Show all posts

Friday, November 29, 2019

Untuk Negeri Yang Lebih Beradab dan Berilmu

9:17 PM 0 Comments
Assalamualaikum...
Annyeong..

Kemarin siang waktu saya membaca Kompas, dada langsung terasa sesak karena miris dan sedih membaca berita yang disuguhkan. Disana disebutkan bahwa Indonesia secara nyata belum siap menghadapi revolusi industri 4.0. Jangankan revolusi 4.0, menurut Bank Dunia, bangsa ini bahkan belum mampu menghadapi revolusi industri 2.0. Bukan hanya itu, Bank dunia juga menyebutkan bahwa rata-rata hasil belajar anak-anak di Jakarta masih lebih buruk dari hasil belajar anak-anak pedesaan di Vietnam. Bayangkan, jika pelajar di Jakarta saja kalah dengan pelajar di pedesaan Vietnam, apa kabar para pelajar di pinggiran seperti kampung saya dan sekitarnya? 

Sedih dan prihatin? Pasti!! Karena jika kita benar-benar mau melek melihat apa yang terjadi di sekitar kita, maka yang dikatakan oleh Bank Dunia bukanlah isapan jempol semata. Bank Dunia menyebutkan bahwa saat ini dunia sedang dilanda Learning Poverty, yaitu kemiskinan dalam belajar. Data menunjukkan bahwa 53% anak usia 10 tahun ke bawah di dunia ini tidak bisa memahami bacaan sederhana yang mereka baca. Dan sayangnya, Indonesia menyumbangkan angka sebesar 47% dari 53% itu. Dengan rincian 74% mereka tak paham akan pembelajaran sains yang mereka baca dan 77% mereka tak paham akan Matematika yang mereka pelajari(INAP/AKSI 2017). Angka yang fantastis bukan? Ya, cukup fantastis untuk kembali mengevaluasi dunia pendidikan dari dasar. 

source: Instagram @1000guru

Sekarang, coba kita tengok anak-anak yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar. Mungkin benar mereka bisa membaca dengan lancar, namun ternyata mereka tak mampu memahami teks yang mereka baca, meskipun itu hanya bacaan teks sederhana. Kurangnya pemahaman mendasar yang ditekankan saat di sekolah dasar, atau bahkan seringnya anak-anak ditinggalkan oleh gurunya untuk belajar sendiri di kelas, mengakibatkan kemunduran pemahaman yang signifikan. Dan hal ini terus berkelanjutan sampai merembet pada pemahaman sains dan Matematika mereka. Jangankan untuk menjawab soal atau bahkan mengaplikasikan teori dalam kehidupan sehari-hari, membaca dan memahami soal saja mereka masih kewalahan, dan ujung-ujungnya berakhir pada output pendidikan yang kurang bermutu. Pada saat output pendidikan dasar kurang menjanjikan, maka yang terjadi di sekolah menengah adalah macetnya pembelajaran karena ketidaktuntasan materi pada saat di sekolah dasar. Coba tanyakan pada mereka yang saat ini duduk di bangku sekolah menengah, berapa persen dari mereka yang hafal perkalian dan mampu menyamakan penyebut dalam penjumlahan pecahan? Atau tanyalah mereka, berapa persen dari mereka yang mampu menceritakan kembali cerita pendek yang telah mereka baca. Maka dari situ Anda akan percaya bahwa apa yang dikeluhkan guru di sekolah menengah bukan sekedar gito-gito (bohong belaka).

Setiap Orangtua Adalah Guru dan Setiap Guru Adalah Orangtua
Krisisnya dunia pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru maupun pakar pendidikan. Ada sistem yang menaungi semua ini, dan harusnya mampu menjadi pendukung bagi perjuangan para guru mendidik anak muridnya. Dan ada orangtua yang harusnya menjadi motivator utama bagi sang anak dan menjadi pengganti guru saat anak-anak tak lagi di sekolah. Kesadaran orangtua dalam mengontrol perkembangan belajar dan karakter anak menjadi faktor utama keberhasilan dalam pendidikan. Di saat bapak dan ibu guru di sekolah berjuang mati-matian memberi contoh dan membentuk karakter positif bagi peserta didiknya, tanpa teladan dari orangtua semua akan menjadi sia-sia. Oleh karena itu benar bahwa orangtua adalah guru bagi anak-anaknya dan guru adalah orangtua bagi para muridnya, karena kedua pihak inilah yang mempunyai peran penting memberi teladan dan mengajarkan pendidikan moral dan karakter bagi anak-anak. Jika salah satu dari keduanya tak lagi mempunyai kesadaran, bahkan hanya mampu memerintah tanpa memberi teladan, maka sudah dapat dipastikan keberhasilan pendidikan dengan output berkarakter dan berilmu hanya menjadi sebuah wacana belaka. Children see children do. Anak-anak melakukan apa yang mereka lihat bukan yang mereka dengar/diperintahkan. 

Jika Bank Dunia menargetkan tahun 2030 dunia pendidikan harus mampu mengurangi 27% kebutaan pemahaman dalam membaca dengan cara meningkatkan kompetensi guru SD/MI, maka harusnya setiap orangtua juga harus mampu mendukung proses perbaikan ini. Diharapkan setiap orangtua tidak hanya memasrahkan pendidikan dan karakter anak-anaknya pada guru di sekolah, namun juga mampu memberi perhatian dan teladan bagi anak-anak mereka. Guru dan orangtua harus saling bahu membahu dan bekerjasama mendidik anak-anak mereka, tidak ada saling menyalahkan atau saling menuding siapa benar siapa salah. Karena sejatinya tidak ada guru yang ingin anak didiknya gagal dan tidak ada orangtua yang ingin anaknya terhina. Semua ingin anak-anaknya berhasil meski kadang harus mendidik dengan tegas

source: Instagram @1000guru

Knowledge is Power but Character is More
Pendidikan karakter menjadi target utama dalam dunia pendidikan saat ini. Bukan hanya sebagai slogan, namun benar bahwa bangsa ini ini mengalami kemrosotan moral yang luar biasa memprihatinkan. Coba perhatikan anak usia 10 tahun hingga pelajar SMA, berapa banyak dari mereka yang masih menjunjung tinggi adab dan sopan santun terhadap orangtua/guru mereka? Berapa persen dari mereka yang tidak ngeyel saat diingatkan atau dinasehati guru/orangtuanya? Berapa orang remaja yang tidak pernah melontarkan makian, cacian, hate speech atau komentar pedas di sosial media? Dan krisis moral ini harusnya menjadi perhatian utama bagi setiap orangtua dan para praktisi pedidikan. Di saat anak-anak ini belum mampu mengukir prestasi, hal yang paling menyedihkan adalah saat mereka tak mau diajak menjadi pribadi yang baik. Diajak sholat susah, diajak ngaji emoh, dinasehati baik-baik gurunya ditantang, naudzubillah. Prestasi itu kekuatan, namun karakter lebih utama. Menjadi pintar itu modal masa depan, tapi menjadi baik itu jauh lebih penting untuk hidup dunia dan akhirat. Namun sayangnya derasnya informasi yang tak bisa dibendung belum mampu mereka pilah untuk diambil kebaikannya. 

Disinilah PR besar bagi kita orang-orang dewasa untuk menjadi teladan, melakukan kontrol sesuai wewenang dan peran masing-masing, serta tak henti-hentinya mengingatkan anak-anak untuk menjadi manusia yang beriman dan berakhlaqul karimah. Karena di tangan mereka lah bangsa ini akan berlanjut. Jika mereka tak mampu mendidik diri mereka menuju kebaikan dan ilmu, maka entah apa yang akan terjadi pada bangsa ini.
source: google
Wahai para pemuda, bangkitlah! 
Berhentilah mengutuk orangtua dan gurumu yang menasehatimu. 
Berhentilah menjadi sombong hanya dengan segelintir ilmu punyamu
Berhentilah menjadi arogan hanya karena sedikit kelebihan milikmu
Berhentilah melihat konten video tak bermanfaat untuk masa depanmu
Berhentilah menyebarkan ucapan kebencian, komentar jahat dan makian di lini sosial mediamu
Dan berhentilah menjadi malas karena hanya akan menghancurkan duniamu

Bangkitlah, hanya kalian penggerak bangsa ini untuk maju
Bangkitlah, mulailah membaca dan mencerdaskan negeri ini dengan bukumu
Bangkitlah, jadilah pemuda yang mengukir prestasi dan menebarkan kebaikan ilmu
Dan bangkitlah meneladankan karakter unggul pada masyarakatmu

Kami gurumu hanya mampu mengajarkan sedikit ilmu
Kami gurumu hanya mampu mendokan masa depanmu
Dan kami gurumu hanya mampu berbaik sangka, semoga Allah senantiasa merahmatimu

Selamat Hari Guru..semoga setiap orang mampu menjadi teladan dalam menebarkan kebaikan ilmu


Thursday, February 11, 2016

Duka Diantara Raja Taejong dan Raja Sejong Yang Agung

1:27 PM 1 Comments
Assalamualaikum...
Annyeong...
Six Flying Dragons, satu dari drama Korea bergenre saeguk yang membuat saya "gila" karena penasaran kelanjutannya, terkesima dengan karakter tokohnya dan akhirnya membuncahkan niatan membaca setidaknya sejarah umum kerajaan Joseon dan Korea, meski sebenarnya saya sangat ingin membaca buku "Babat Dinasti Joseon" secara langsung. Tapi tak apalah, yang penting rasa penasaran ini sedikit terobati sambil menunggu episode demi episode drama tersebut ditayangkan stasiun SBS, Korea.

Adalah Lee Bang Won (Yi Bang Won) yang selanjutnya menjadi raja ketiga dinasti Joseon, Raja Taejong, membuat saya benar-benar mengagumi sosok cerdas, cerdik, pintar dengan segala bentuk strategi dan pemberani meski ilmu beladirinya terbilang pas-pasan. Saya mengagumi Lee Bang Won loh disini bukannya Yoo Ah-In aktor si pemeran dalam serial Six Flying Dragon, karena memang dalam drama, saya selalu menyukai si artis berdasarkan peran, kalo keren di karakter ya suka, tapi kalo besoknya dia ganti peran dan gak kece ya ogah, thats me :p

 
source : google.com
Dikisahkan kehidupan anak ke-5 Jenderal Lee Seung Gye (Raja Taejo - raja pertama Joseon) sejak masih anak-anak hingga dia tumbuh menjadi remaja yang cerdas dan mampu survive dalam segala kondisi. Disini saya mulai menelusuri biografi beliau ini dari masa anak-anak hingga menjadi raja dan wafat. Semakin mengetahui semakin kagum akan karakternya, namun satu kelemahan diantara banyak kelebihannya adalah beliau memimpin dengan bijak namun disertai dengan tangan besi untuk menstabilkan negaranya (jadi ingat riwayat pak Harto). Saya yang udah cinta mati sama ni orang jelas langsung elus-elus perut :D

Akhirnya sampailah saya pada kisah anak ketiga dari raja Taejong ini, yaitu raja Sejong yang agung. Raja Sejong banyak mewarisi kecerdasan dan kebrilianan ayahnya, maka tak heran jika dialah anak kesayangan dan juga paling berhak mewarisi tahta kerjaan dibanding yang lain. Namun raja Sejong jauh lebih bijak, low profile dan banyak menciptakan gebrakan diberbagai sektor, meski raja Taejong pun tak kalah dalam hal ini. Maka tak heran jika beliau ini yang mendapat gelar "Raja Yang Agung" atau "Raja Besar" kedua setelah Raja Gwanggaeto dari kerajaan Goguryeo (salah satu kerajaan tertua di Korea), karena pada masa pemerintahannya banyak diciptakan kemajuan seperti penciptaan huruf hangeul, ditemukannya banyak kemajuan iptek seperti jam matahari pertama dan alat pengukur hujan pertama dari ilmuwan yang selalu beliau dukung yaitu Jang Yeong Sil.

source: google.com
Lalu diantara banyak kekaguman tersebut apa yang membuat saya berduka? Korea sebagai bangsa yang besar, meski telah menjadi negara maju dengan segala kelebihannya disetiap sektor, dalam dunia perfilm-an mereka tak lupa menyajikan sejarah bangsanya dengan sangat detil dan rinci, sesuai aslinya. Saya hanya membayangkan, seandainya Indonesia yang notabene penduduknya muslim, para praktisi perfilm-an yang sebagian orang islam membuat sejarah Indonesia dalam serial TV nya dengan sedetil itu. Atau yang lebih saya harapkan adalah membuat serial TV yang menceritakan tokoh besar islam, para pemimpin, jenderal besar, atau para ilmuwan. Mulai dari Ibnu Sina, atau lebih dikenal barat sebagai Avicena, Al Khawarizmi, sang ahli matematika, jenderal besar dan juga pemimpin ksatria Salahuddin Al Ayyubi, atau yang lain, bukankah sangat banyak sekali yang bisa di ceritakan?

Andai Diberikan serial TV seperti ini, tak ada lagi galau mikir kuota internet buat download serial Korea yang lebih seru dibanding nonton sinetron Indonesia. Tak ada lagi miris melihat dan mendengar balita nyanyi lagu cinta dari sinetron remaja yang ditayangkan saat anak harus belajar. Dan tak ada lagi kebingungan mencari sosok teladan buat anak-anak agar menjadi sosok yang kita mau, bukan sosok sinetron. Ah andai saja rumah produksi beserta pemilik dan kru nya mau sedikit saja seperti itu mungkin bangga diri ini akan serial TV dalam negeri. Maafkan jika sampai saat ini saya lebih memilih berburu drama Korea dibanding nonton sinetron TV. Wallahu'alam

diolah dari berbagai sumber

Saturday, June 21, 2014

Real Muslimah : Fatimah Az Zahra

10:30 AM 0 Comments
Assalamualaikum...
Annyeong...
Nama lengkapnya Siti Fatimah Az Zahra, putri kesayangan Rasulullah SAW dengan Siti Khadijah binti khuwailaid. Wanita yang dijanjikan sebagai penghulu para wanita di surga kelak, sosok wanita panutan tiada tandingannya baik dalam hal beribadah wajib maupun sunnah, ketaatannya sebagai seorang anak yang berbakti, kehebatannya mendidik anak sebagai ibu, keshalihahannya dalam melayani dan menjaga kehormatan suaminya maupun sebagai hamba yang turut berjuang membela agama Allah. 

Cerminan muslimah sejati yang harusnya dijadikan panutan dan teladan bagi setiap wanita muslim. Dirinya yang merupakan anak kesayangan Rasulullah SAW tidak menjadikannya manja maupun seenaknya dalam bersikap. Namun sebaliknya, dialah yang berada di garda depan pendukung ayahnya.  Kemuliaannya nyata, dialah sosok wanita yang sabar dalam tiap kesulitan hidupnya. Kemiskinannya tak menjadikannya menjadi manusia yang pelit, sebaliknya dia adalah wanita yang berjiwa sosial tinggi dan dermawan, meski dia hanya mampu memberi satu buah kurma pada tetangganya yang kelaparan. 

Dia adalah wanita yang penuh sopan santun dan rendah hati yang berjiwa besar, lapang dada, bertutur kata lembut dan tidak pernah berdoa untuk dirinya sendiri. Dalam kehidupan rumah tangganya ya g sederhana pernah Rasulullah SAW berpesan kepadanya agar dia senantiasa menaati suaminya karena murka suami adalah murka Allah maka wajib baginya menaati suami selama itu buka untuk bermaksiat kepada Allah.  Dan pesan yang kedua adalah agar dia tidak meminta kepada suami meski dirumah tidak ada apapun yang bisa dimakan. Dari sinilah dia menjadi wanita yang taat pada suami dan menjadi wanita sabar yang menghargai dan peduli pada sesama meski dia bukan orang kaya. 
 photo credit : google.com

Imam al-Bukhari memaparkan dalam shahihnya kisah dari kehidupan Ali dengan Fatimah. Dari Ali bin Abu Thalib bahwa Fatimah mengadukan beratnya penggilingan kepada Rasulullah SAW yang meninggalkan bekas padanya, pada saat itu Rasulullah sedang mendapatkan tawanan perang, Fatimah pergi kepada Rasulullah tetapi dia tidak bertemu dengan beliau, dia bertemu Aisyah, Fatimah mengatakan hajatnya kepada Aisyah. 

Ketika Rasulullah pulang Aisyah mengabarkan kedatangan Fatimah kepada beliau. Ali berkata, “Nabi SAW datang kepada kami sementara kami sedang bersiap-siap untuk tidur, aku hendak berdiri, tetapi beliau bersabda, “Tetaplah kalian berdua di tempat.” Lalu beliau duduk di antara kami, sampai aku merasakan dinginnya kedua kaki beliau di dadaku, beliau bersabda, “Maukah kalian berdua aku ajari apa yang lebih baik dari apa yang kalian berdua minta kepadaku, jika kalian berdua hendak tidur, bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbihlah tiga puluh tiga kali dan bertahmidlah tiga puluh tiga kali, ia lebih baik bagi kalian berdua daripada pembantu.”

Demikianlah hingga seorang putri kesayangan Rasulullah SAW, Fatimah, melakukan semua pekerjaan rumah tangganya sendiri tanpa mengeluh lagi. Dengan kesabaran dia hidup dalam kekurangan. Tak pernah ia mengeluh karena beratnya hidupnya, pun dia tak pernah lalai dalam ibadahnya meski dia sudah dijamin surga dan tetap peduli pada sesama meski ia sendiri bukan orang kaya, masyaa Allah...
Semoga bisa diambil teladan darinya.


source: diolah dari berbagai sumber


Tuesday, December 17, 2013

Wanita Terbaik Dunia Akhirat Itu Bernama Maryam Binti Imran

12:13 PM 0 Comments
"Yang sempurna dari kaum lelaki sangatlah banyak, tetapi yang sempurna dari kaum wanita hanyalah Maryam binti Imran, Asiyah binti Muzahim, Khadijah binti Khuwalaid, dan Fatimah binti Muhammad. Sedangkan keutaman Aisyah atas seluruh wanita adalah seperti tsarid (roti yang diremukkan dan direndam dalam kuah) atas segala makanan yang ada (HR. Bukhari)
Assalamualaikum...
Annyeong...
Salah satu surat dalam Al Qur' an yang menjadi favorit saya adalah surat Maryam. Wanita shalihah yang namanya secara khusus diabadikan Allah SWT dalam Al Qur'an. Maryam binti Imran adalah anak dari Imran bin Yasim dan Hannah binti Yaqudz yang tinggal di Nazaret, derah di sebelah utara Israel. Ayah Maryam, Imran, adalah seorang imam di masjidil Aqsa, dan pamannya adalah nabi Zakariya as.

Ketika lahir, ayahnya sudah meninggal dan ibunya sudah tua, yang kemudian oleh ibunya diberi nama Maryam yang berarti wanita yang rajin beribadah, seperti yang telah Allah jelaskan dalam Al Qur'an:

"Maka tatkala istri Imran (Hannah) melahirkan anaknya, iapun berkata:Yaa Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan. Dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu, dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak keturunannya kepada Engkau daripada  syetan yang terkutuk" (QS. Ali Imran : 36)

yang kemudian setelah ibunya meninggal, dia diasuh oleh pamannya, nabi Zakariya as. Maryam adalah sosok wanita solehah yang ditinggikan dan diutamakan oleh Allah seperti yang dijelaskan oleh Allah dalah Al Qur'an surat Ali Imran ayat 42 -43:

"Dan ingatlah ketika malaikat (Jibril) berkata 'Hai Maryam sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu, dan melebihkan kamu atas sekalian perempuan di alam. Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk".

Maryam tumbuh menjadi seorang ahli ibadah yang tidak pernah meninggalkan baitul maqdis. Dia menghabiskan waktunya untuk beribadah dan berzikir, tak pernah disentuh lelaki maupun berzina. Namun pada usia 13 tahun dia diberikan amanah oleh Allah seorang anak laki-laki, dialah nabi Isa as. Seperti yang diabadikan Allah dalam Al Qur'an:

"(Ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimatNya (yang datang) daripadanya, namanya Almasih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)" (QS.Ali Imran : 45)

Hal ini tentu saja membuat Maryam kaget, hingga akhirnya ketika dia kembali ke Yerussalem, dia mendapat fitnah pezina dan berbagai olokan dari masyarakat. Akhirnya di mengasingkan diri ke  sebuah kora di Palestina, yaitu Baitul Laham (Betlehem) hingga melahirkan. Dengan ketehuhan imannya, Maryam bisa melalui semua cobaan , hingga akhir hayatnya, Maryam binti Imran tidak pernah lelah mendampingi nabi Isa as, menyebarkan ajaran agama tauhid.

Hikmah yang bisa kita ambil adalah:
* Bahwa orang tua sangat berpengaruh terhadap seorang anak, Keluarga Imran adalah keluarga yang taat dalam beragama sehingga melahirkan seorang anak, Maryam yang tumbuh menjadi wanita solehah.
* Lingkungan yang kondusif terhadap agama, seperti halnya ketika Maryam di asuh nabi Zakariya di Baitul maqdis, tentu mempunyai peran dalam mendidik anak, sehingga keluarga adalah berperan penting disini.
* Seorang wanita yang ditinggikan baik didunia maupun di akhirat namun tak pernah lelah beribadah adalah bukti keutamaan Maryam, semoga kita bisa meneladaninya.

Wallahu'alam bishowab

diolah dari berbagai sumber

Saturday, December 14, 2013

Meneladani Kisah Nabi Zakariya as

7:20 PM 0 Comments
Assalamualaikum...
Annyeong...
Salah satu tujuan berumah tangga adalah untuk memperbanyak keturunan. Kehadiran seorang anak menjadi pelengkap kebahagiaan baik bagi kedua pasangan maupun bagi keluarga besar. Apalagi bagi mereka yang paham keutamaan keturunan, selain sebagai penerus nasab, anak juga akan menjadi tabungan akhirat bagi orang tua jika mereka mendidik anak-anaknya menjadi anak yang soleh/solehah. Bahkan bagi sebagian kecil orang ada yang berkeinginan mempersembahkan anak-anaknya untuk menjadi pejuang di jalan Allah.

   Namun ada beberapa hal yang menyebabkan sepasang suami istri belum dikarunia keturunan, entah karena satu atau beberapa hal yang belum mereka ketahui. Berbagai ikhtiar tentunya dilakukan pasangan ini agar segera dikarunia keturunan, baik dari sisi medis, tradisional, sampai alternatif. Hal itu dilakukan semata-mata hanya untuk mendapat keturunan.

   Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa keturunan adalah sebuah kelahiran yang terjadi hanya karena izin Allah, hak mutlak milik Allah disini, oleh karena itu jangan pernah kita lupakan berdoa mengharap rahmat Allah. seperti firman Allah:

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

“Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberi anak perempuan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Dia memberi anak laki-laki kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Atau Dia memberi sepasang anak perempuan dan laki-laki. Dia juga yang menjadikan siapa saja yang Dia kehendaki sebagai orang mandul. Sesunguhnya Dia Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.” (QS. As-Syura: 49 – 50).

   Teringat kisah nabi Zakariya as. yang telah renta dan istrinya yang mandul, dalam usia yang sudah tua beliau memanjatkan doanya kepada Allah, hal ini dikisahkan dalam permulaan surat Maryam:

رَبِّ إِنِّي وَهَنَ العَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْباً وَلَمْ أَكُنْ بِدُعائِكَ رَبِّ شَقِيّاً * وَإِنِّي خِفْتُ المَوالِيَ مِنْ وَرائِي وَكانَتِ امْرَأَتِي عاقِراً فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيّاً * يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيّاً

"Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridai"

   Terdengar seruan dari sisi Tuhan: “Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan namanya”.

   Nabi Zakaria as menjawab: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul?”

   Dijawab: “Demikianlah, hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.

   Karena memang sesungguhnya rahmat Allah itu begitu besar. Sebesar apapun kegelisahan kita berharap sesuatu, karunia Allah jauh lebih besar. Kekuatan doa itu sungguh dahsyat, sebagaimana doa nabi Zakariya as, ketika berdoa memohon keturunan pada Allah:

رَبِّ هَبْ لى‏ مِنْ لَدُنْكَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً اِنَّكَ سَميعُ الدُّعاء“

"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. Dan tak lama kemudian Allah mengabulkan doa tersebut.

   Sesungguhnya Allah mendengar setiap doa,namun bukan berarti serta merta saat itu doa tersebut dikabulkan. Allah lebih tahu dari manusia kapan doa itu tepat terjadinya. Oleh karena itu sebagai manusia hendaknya kita tak pernah berhenti berdoa dan berikhtiar serta terus berfikir positif pada Allah untuk mendapat keturunan, sedangkan hasil dan waktunya tetap dipasrahkan pada Allah.

Semoga Allah memberkahi kita.

PS. Tulisan ini adalah sebuah 'selftalk',yang saya dedikasikan untuk semua pasangan yang belum dikarunia keturunan, terutama unuk saya dan suami untuk tetap bersabar menunggu karunia Allah tersebut terjadi. Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang sabar dan bertawakal,amiin...


(Dari berbagai smuber)

Nasehat Rasulullah SAW kepada Fatimah ra

2:05 PM 0 Comments
1.Wahai Fatimah,wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya maka Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum,melebur kejelekan  dan meninggikan derajat wanita itu

2.Wahai Fatimah,wanita yang berkeringat pada saat menumbuk tepung untuk suaminya,maka Allah menjadikan antara dia dengan neraka 7 tabir lubangan

3.Wahai Fatimah,tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mecuci pakaiannya melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang

4.Wahai Fatimah,tiadalah seorang yang menahan kebutuhan tetangganya melainkan Allah akan menahannya dari minum air telaga kautsar pada hari kiamat

5.Wahai Fatimah,yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri.andai suamimu tidak ridha padamu maka aku tidak akan mendoakanmu.ketahuilah murka suami adalah murka Allah juga

6.Wahai Fatimah,apabila wanita mengandung anak di perutnya,maka malaikat memohon ampun baginya dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan dan melebur seribu kejelekan.dan ketika wanita merasakan sakit akan melahirkan maka Allah menetapkan pahala baginya seperti pahala para pejuang di jalan Allah.jika dia mlahirkn kandungannya maka keluarlah dosa-dosanya seperti ketika di lahirkan ibunya dan bila meninggal,maka tidak akan membawa dosa sedikitpun.di dalam kubur akan medapatkan petamanan indah dari petamanan-petamanan surga.dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah,serta seribu malaikat memohon ampun kepadanya sampai hari kiamat

photo credit:cartoonmuslimah by sahidblackred

7.Wahai Fatimah,tiadalah wanita yang berkhidmat melayani suami sehari semalam dengan rasa senang dan ikhlas dan niat yang benar melainkan Allah mengampuni dosa-disanya dan memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang hijau-hijau dan menetapkan baginya setiap rambut tubuhnya seribu kebaikan dan Allah memberikan padanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah

8.Wahai Fatimah,tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami melainkan Allah memandangnya dengan penuh kasih sayang

9.Wahai Fatimah,tiadalah wanta yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan senang hati melainkan malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu untuk menyaksikan pahala amalnya dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang

10.Wahai Fatimah,tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan jenggotnya serta mencukur kumisnya dan memotong kukunya melainkan Allah memberi minum padanya dari arak yang di datangkan dari surga.dan Allah memudahkan sakaratu maut baginya dan dia menjumpai kuburnya dengan petamanan surga dan Allah menetapkan baginya bebas siksa neraka dan dapat melintas sirat dengan selamat.

Subhanallah....wanita-wanita...saudari-saudariku,semoga kelak jika kita menjadi istri dan ibu kita bisa seperti nasehat Rasul SAW,amiin... :)

Wallahu'alam bishowab

source: sebuah buku yang saya pinjam dari seseorang yang saya lupa judulnya