Showing posts with label Indahnya Islam. Show all posts
Showing posts with label Indahnya Islam. Show all posts

Friday, October 2, 2015

Menggugat Wanita (Lagi)

2:32 PM 0 Comments
Assalamualaikum...
Annyeong...
Mau curhat nih. Duh ni orang makin kesini kenapa makin cerewet buat curhat ya? hihihi maapkeun saya kawans, soalnya dari kemarin saya denger banyak cerita sana sini kembali menyoal tentang hak dan kewajiban wanita sebagai istri, diluar tanggung jawab dia sebagai seorang ibu. Mulai dari teman sampai tetangga, ternyata masih aja ada yang meributkan masalah peran istri dan tugas kenegaraannya (tugas rumah tangga maksudnya).  Mungkin saya kurang tahu tentang ayat ataupun kitab yang membahas penuh dan detil apa saja tugas istri dalam mengurus rumahnya secara fisik. Apakah hanya memasak, hanya mencuci, hanya membereskan rumah, atau bahkan mungkin semua itu bukan tugas dia sama sekali.

Memang saya pernah denger dan baca pada beberapa artikel islami kalo tugas-tugas rumah tangga seperti masak, nyuci baju, nyetrika, ngepel, bersih - bersih dan lain sebagainya itu bukan tugas istri, melainkan tanggung jawab suami, entah itu dia lakukan sendiri atau memperkerjakan seorang asisten rumah tangga (ART). Awalnya sih saya agak kaget juga dengan fakta ini, namun dengan dukungan dalil dalam artikel tersebut mau tidak mau memang saya bisa menerimanya. Apalagi ketika mendengar riwayat sayyidina Umar bin Khattab saat beliau ditanya mengapa beliau diam saat istrinya marah, beliau menjawab "karena dialah istri dan ibu dari anak-anakmu yang mengurus segala keperluanmu, membuat roti (dalam hal ini masak, red), mencuci bajumu dan menyusui anak-anakmu meskipun itu bukan tugasnya"  (sebuah riwayat yang diceritakan dalam program mozaik islam transTV).  Maka kemudian saya tak lagi heran ketika tetangga saya yang notabene gadis pesantren, yang setelah nikah ternyata tak mau melakukan tugas rumah tangga itu dengan motif bahwa semua itu bukan tugas seorang istri, dan saya pun tak kaget lagi saat suaminya yang juga orang pesantren mengamininya. Iyalah mereka sama-sama paham, mungkin kalo kita yang gak paham ini jadi suaminya, mungkin bakal marah, and well.. his husband enjoy it.

sumber gambar : etsy. com

Terlepas dari semua itu, saya pribadi sungguh kagum dan bangga dengan para istri dan ibu yang sanggup mengurus pekerjaan rumah tangganya sendiri ditambah dengan mengurus dan mengasuh anak-anak mereka. Saya salut dengan wanita karir yang berangkat pagi pulang sore, bahkan kerja shifting namun masih sanggup mengatasi segala keribetan di rumah dengan tangannya sendiri. Dan sayapun bersyukur untuk para istri dan ibu yang telah dibantu seorang ART atau babysitter dalam tugasnya, bersyukur mereka diberi keringanan oleh suami mereka. 

Dan dalam pandangan saya, sebenernya menjadi seorang wanita itu sungguh beruntung. Iya, beruntung banget! Bukan hanya dia dibebaskan dari tugas mencari nafkah untuk keluarganya, tapi dia juga diberi keringanan. Keringanan apa? saya pernah ingat ada hadits yang secara umum bunyinya begini  "seorang istri yang taat pada suaminya dan melakukan sholat lima waktu dan puasa ramadhan, maka dia bebas memilih dari pintu surga mana dia akan masuk"  saya agak lupa redaksi kata dan sumbernya tapi saya ingat benar bahwa hadits ini sahih, duhhh maafkan saya gak ahli kalo masalah dalil gini. Tapi kalo kita baca sekilas aja maksudnya pasti kita akan bilang bahwa wanita itu sungguh beruntung. Dengan tugas taat, sholat wajib dan puasa wajib aja dia udah bisa masuk surga, sementara lelaki!? hmmm... tau sendiri kan ya, maka jangan sepelekan tugas lelaki karena emang tugas mereka berat, tanggung jawab mereka dunia akhirat. 

Maka saya sendiri punya pandangan bahwa sebenarnya menjadi istri adalah kesempatan yang seluas-lusnya untuk mencari tambahan pahala. Suami, anak-anak dan rumah tangga kita adalah ladang pahala paling mudah dan paling dekat yang bisa kita temui 24 jam. Bisa dibayangkan donk, mulai sebelum subuh kita bangun kita bisa sholat tahajud, dilanjut nyiapin sarapan, nyuci baju, bersih-bersih dan lain-lain, coba hitung sudah berapa banyak pahala yang terkumpul jika kita tulus dan ikhlas melakukannya. Belum lagi pekerjaan lain yang kita lakukan di siang dan malam hari ditambah ibadah sunnah seperti sholat dhuha, puasa senin kamis dsb, mungkin kita bisa ngalahin pahala para kaum lelaki tuh. Gak ada salahnya koq kalo kita melakukan semua sendiri, gak usah malu pun gak usah gengsi, malah sebenernya kita harus bersyukur diberi ladang pahala yang luas oleh Allah. Kalo masih mikir gengsi inget deh riwayat sayyidah Fatimah, putri Rasulullah. Beliau mengerjakan pekerjaan rumah tangganya sendiri sampai tangannya kasar, dan juga mengasuh anak-anaknya sendiri sehingga terdidik dengan baik. Beliau gak mentang-mentang putri rasul kemudian tidak mau melakukan pekerjaan rumah tangga, malah beliau inilah yang akhirnya banyak menjadi motivasi dan inspirasi wanita muslimah saat ini. 

Kamu bisa bilang gitu karena sekarang kamu udah gak kerja diluar? pernah loh ada yang ngatain saya gitu. Saya mah kalem aja. Dia kan gak tahu kalo pas saya masih kerjapun masak, bersih-bersih dan nyuci semua saya kerjain sendiri, kalo nyetrika aja  tuh saya kasih londri karena emang saya sendiri gak sanggup. Jangankan pas masih kerja, sekarang aja pas saya masih off gini, urusan nyetrika saya masih manggil orang buat bantu nyetrika aja hihihihi :p

Setiap orang itu punya kemampuan yang beda, kalo emang kita gak mampu, ya bilang aja sama suami, minta dibantu ART buat menyelesaikan tugas negara itu, gak usah sok jadi super woman deh. Apalagi yang kerja diluar ditambah udah punya anak, duhhh.. mending jaga stamina deh. Urusan kerja biar diserahin orang, staminanya buat ngobrol sama suami dan anak aja biar gak sampai kehilangan waktu buat dekat dengan mereka. Ada masa dimana kita bisa melakukan semua sendiri tanpa kehilangan kebersamaan dengan keluarga namun ada juga waktu kita harus mengalah dengan perkerjaan karena faktor kesehatan dan lainnya. Gak usah maksa!Jangan pernah memaksakan diri buat melakukan semua sendiri hanya biar dibilang super woman, super mom, atau multitalented woman. Semua itu gak ada artinya koq, yang penting mah sama-sama nyaman kalo dirumah itu, biar kerasan dan gak jadi beban, tul gak?  as simple like that


sumber gambar : mobavatar. com

Friday, July 10, 2015

Peranmu Surgamu

8:02 PM 0 Comments
💐💐 PERANMU, SURGAMU 💐💐
👩 Ustz. Poppy Yuditya
🏯 Kuliah Akademi Orangtua Parenting Nabawiyah
Sabtu 20 Juni 2015

⭐ Peran muslimah
Berapa jumlah perempuan disebut dalam Al Qur'an? Semua tercakup dari zaman Nabi Adam sampai akhir zaman. Ternyata hanya 20 yg disebut secara dzahir. Dari 20 tersebut ternyata Allah hanya menyebut 1 nama saja, yakni Maryam. 19 lainnya tak disebutkan.

Mengapa?
Karena akhlaqnya paling sempurna dan bisa jadi hanya Maryam yang terbebas dari aib.
Ini bukan berarti yang lain tidak mulia, namun Allah jaga aib mereka.


⭐ Perempuan dlm Al Qur'an :
1⃣ Belum menikah
Maryam, Ratu Balqis, 2 perempuan yang bertemu Nabi Musa, saudara  perempuan nabi Musa, 
2⃣ Sudah menikah
Hawa, istri Nuh, istri Luth, Sarah, Hajar, Zulaikha, Asiyah, Istri Imron, istri Zakaria, Hafsah, Aisyah, Zainab, istri abu Lahab, Khaulah binti Tsa'labah
3⃣ Ibu
Hawa, Sarah, ibunda musa, istri imron, istri Zakaria, Maryam
⭐ seringkali kita berpikir bahwa kita bisa mendapatkan surga karena mendidik anak. Bagaimana kalau kita belum punya anak?

Hipotesis ini tidak selalu tepat. Lihat perbandingannya : dalam Al Qur'an yang terbanyak dibahas adalah peran istri, yakni sebanyak 54%. Muslimah sebagai pribadi 19% dan sebagai ibu 27%. Peran istri menempati porsi paling besar peran perempuan yang disebutkan Allah dalam Al Qur'an.

⭐ maka kita tersadar kembali akan makna hadits ini...
"Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad)

⭐ Kita berjuang keras untuj menjadi ibu terbaik bagi anak-anak... Namun, simak hadits ini.. 
"… dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita.
Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” 
Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)


⭐ meski kita sering gondok dan kesal pada suami..tapi ingat bahwa ini semua untuk keridhoan Allah. Wanita surga tdk berpikir siapa yang salah..ia hanya berkata seperti dalam hadits berikut,
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: 
"Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” 
Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” 
Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” 
(HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah)

⭐ sangat jarang malaikat melaknat manusia, kecuali untuk urusan "kasur". Beware...❗

⭐ seberat apapun..setiap peran yang ditetapkan Allah adalah untuk kebaikan kita. Tidak ringan, tetapi ada kebaikan jangka panjang yang Allah berikan.

⭐ jika anak-anak melawan pada kita, tidak menurut dsb, jangan berpikir "anak ini harus diapakan".
1. Tanya dulu pada diri sendiri, apakah sudah melakukan atau belum. Misal kita bingung bagaimana agar anak mau menghafal Qur'an. Sebelumnya, apakah kita sudah menghafal juga?
2. Cek, bagaimana ketaatan kita pada suami
3. Periksa, bagaimana sholatmu? Bagaimana doamu?


Kesuksesan mendidik anak bukan karena teori parenting, tips mendidik anak dsb. Tapi karena Allah ridho.
So yangharus menjadi concern kita adalah bagaimana membuat Allah ridho. Karena jika Allah ridho, Ia memberi segala yang kita inginkan.


⭐ Standar perempuan shalihah itu seperti perempuan-perempuan shalihah yang tersebut dalam Al Qur'an.

⭐ kerangka taat dan menunaikan kewajiban/kebaikan pada suami adalah untuk mendapatkan ridho Allah. Apakah setelahnya suami semakin sayang dan cinta, itu hanyalah bonusnya 🎁
💝Penuhi inventory kepala kita dengan profil dan kisah-kisah istri shalihah.

⭐ Kisah 2 perempuan yang bertemu nabi Musa adalah kisah tentang perempuan bekerja. Mereka bekerja karena menggantikan ayahnya yang sedang sakit. >> wanita harus punya alasan untuk bekerja. Dan jika bekerja, tidak ikhtilat (misal dinas luar dengan rekan lawan jenis).

⭐Ratu Balqis : pemimpin Negeri Saba'
➡ meninggalkan kesombongan dan mudah menerima kebenaran

⭐ Ibunda Musa : rela berkorban untuk keselamatan anaknya (Nabi Musa)

⭐ kisah saudara perempuan nabi Musa : mengikuti peti Nabi Musa yang dihanyutkan di sungai Nil
➡ menggambarkan sosok perempuan yang pintar, mampu bernegosiasi dan amanah.

⭐Hawa berkhianat karena membujuk suaminya makan buah khuldi. Namun Hawa masuk surga karena ia bertaubat. 
➡ hati-hati dengan bisik- bisik kita pada suami, karena bisa sangat mempengaruhinya.

⭐ Istri Nuh : tidak percaya pd suaminya saat ia membuat perahu, menjelekkan suami di depan anak-anaknya. Beware❗

⭐ Istri  Luth : melanggar amanah suami. Beware❗

⭐ Sarah : wanita yang sangat berharap punya anak. Jika ada keinginan dalam diri kita untuk tidak memiliki anak (lagi), jangan2 ada yang bermasalah dengan fitrah kita.

⭐ Hajar : ibu menyusui, tidak tahu mau kemana saat bersama Nabi Ibrahim, ditinggal sendirian entah dimana, dsb, namun tidak banyak bertanya.

➡ jangan jadi ibu-rempong rempong 💆
➡ nabi Ibrahim hanya menjawab singkat saat Hajar bertanya. Sebagai manusia biasa, mungkin Ibrahim mau menjelaskan, tapi beliau sendiri tidak tahu apa jawabannya. Para suami seringkali semakin bingung dengan pertanyaan2 kita. Yang dilakukan Khadijah saat Nabi bingung adalah menenangkannya, membawanya ke tempat tidur dan menyelimutinya. Bukan memborbardirnya dengan pertanyaan-pertanyaan. 
😐
▶ Hajar berlari bolak-balik antara Shafa-Marwah, pada posisi yang masih bisa mengawasi bayi Ismail. 

Hikmahnya adalah jika ibu bekerja, pastikan pandangan mata tetap dapat terjaga pada anak-anak kita. 10 tahun pertama adalah fase sangat penting dalam menumbuhkan tauhid anak.

⭐ Zulaikha : terpesona kerupawanan Nabi Yusuf dan menggodanya
➡ jangan merasa aman dari fitnah selingkuh. tetap jaga diri dan mohon perlindungan Allah.


⭐ Asiyah istri Fir'aun :
➡ kita tidak menanggung dosa suami, namun suami bertanggung jawab atas kita. 
Maka permudahlah, permudahlah suami kita.
Jika suami kita zhalim, kita tetap bisa masuk surga. Tapi mungkin saja suami terganjal masuk surga karena kita.

⭐istri Zakaria : istri mandul yg dapat memiliki anak dengan seijin  Allah

⭐ Aisyah : difitnah, lalu minta ijin pada Nabi untuk keluar ke rumah orangtuanya. 
➡ saat mendapat fitnah, kita jangan terburu-buru mengklarifikasi karena bisa saja isunya menjadi bola panas. Tenangkan diri dulu.

⭐  istri Abu Lahab : mengompori suami dalam kejahatan
➡ dukunglah suami dalam kebaikan, bukan dalam kejahatan

⭐ Zainab : bercerai karena suami tidak mampu menaikkan dirinya, dan istri tidak menurunkan dirinya, padahal keduanya adalah orang yang sholeh.
➡ pernikahan yang tidak bisa dipaksakan karena sudah diusahakan untuk setara tetap sulit sekali
➡ tinggikan suami di hadapan anak-anak, jangan pernah menjelekkan


⭐ Istri imron : banyak berdoa selama mengandung agar dikaruniai anak yang sholeh dan menazarkannya untuk Allah

✨ Menarik, rupanya dari semua perempuan yang disebut dalam Qur'an, tidak ada tentang wanita yang sangat menginginkan punya suami. Tidak ada keyakinan bahwa letak kebahagiaan adalah yang memiliki suami. Simak kisah Maryam, Balqis dll. Mereka tetap bahagia meski tidak berpendamping.
✨ jangan habiskan waktu berlebihan untuk pekerjaan rumah tangga. Memasak sampai 5 jam, menyetrika terlalu perfect dsb. 
Karena kita juga punya kewajiban belajar dan berkarya (tilawah, baca kitab, baca buku dll). Permudah pekerjaan, didik anak-anak untuk mandiri.

✨ Gak usah iri sama suami. Berbuat saja yang Lillah, yang terbaik untuk Allah. 
Buatlah suami merasa tenteram (QS. Ar rum 21). 
▶ note : cek lagi profil istri "setenang malam" dari kajian tafsir bersama ust.Herfi

✨ Kita tidak akan ditanya tentang berapa uang kita untuk membantu suami, tapi ditanya tentang rumah suami kita.
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga dan akan dimintai tanggungjawab atas kepemimpinannya, dan WANITA adalah penanggung jawab terhadap RUMAH SUAMINYA dan akan dimintai tanggungjawabnya serta pembantu adalah penanggungjawab atas harta benda majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (Muttafaqun ‘alaihi)
>> bebas najis/tidak, rapi/tidak dll

⭐ perhatikan PRIORITAS dalam menjalankan peran kita :
1. Ilmu vs Amal
2. Wajib vs Sunnah
3. Quality vs Quantity

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”. (QS. An Nisa : 9)


-end-y
✏ diresume oleh : Indra Fathiana

Tuesday, June 9, 2015

9 Days Road to Ramadhan

5:23 PM 0 Comments
Assalamualaikum...
Annyeong...
Alhamdulillah sepertinya bulan Ramadhan semakin dekat, rasanya semakin bahagia hati ini karena pasti akan ada banyak kebaikan tertanam dan  ada banyak keburukan terpendam. Banyak orang mengatakan bahwa Ramadhan adalah "dojo", bulan latihan bagi kita dalam fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dan saya sangat setuju akan hal ini. Jika kemudian ada banyak tradisi kirim broadcast message dan status untuk memohon maaf sebenarnya saya pribadi tidak mempermasalahkan ataupun mendukungnya. Kalaupun kita menjumpainya berbaik sangka saja semoga itu bukan hanya sebuah tradisi dan pemanis mulut melalui media sosial, namun memang itu murni dari hati untuk mempersiapkan diri menghadapi bulan suci. Bisa dikatakan "hilang satu beban karena kekhilafan atau kedholiman kita pada sesama, sehingga kita bisa fokus beribadah kepadaNya di bulan puasa".  Yes,  saya ingin berfikir begitu.

Dalam 11 bulan sebelumnya, terutama dibulan Sya'ban Rasulullah SAW banyak berpuasa, hal ini memang bertujuan untuk melatih diri agar tidak berat melakukan ibadah puasa saat bulan Ramadhan. Karena memang puasa di bulan Ramadhan adalah wajib, maka bukan hal yang mengada-ada jika Rasulullah memberi teladan membiasakan diri berpuasa selama Sya'ban sebagai "bulan latihan", meski memang sebenarnya beliau sering berpuasa senin -  kamis atau ketika ayyamul bidh (tanggal 13 -  15 setiap bulan ditahun Hijriah).

Sementara untuk ibadah, ketaatan akan menjalankan perintah dan ketaatan menjauhi larangan, bersabar, istiqomah dalam kebaikan dan iman, dsb tentunya Ramadhan memang benar-benar "dojo", waktu yang sangat tepat untuk melatih menekan segala hawa nafsu terhadap dunia dan menguatkan iman dan keistiqomah dalam kesabaran dan keimanan. Karena memang sejatinya hidup dan taat kita bukan hanya untuk satu bulan. Berlomba-lombanya kita dalam kebaikan tidak hanya dalam 1 bulan kemudian di bulan berikutnya kita "kumat". Astagfirullah, naudzubillah... semoga Allah menjaga hati kita dalam ketetapan iman.

Masih kuat teringat apa yang disampaikan saat Ramadhan tahun lalu di masjid Sayyid Abdurrahman, "banyak orang-orang berlomba-lomba mengejar malam lailatul qadar di bulan Ramadhan, tapi lupa selama 11 bulan sebelumnya dia telah melakukan apa saja, lupa bercermin pantaskah dirinya memperoleh keberkahan malam lailatul qadar". Mak jleb rasanya. Langsung deh terbayang dosa-dosa sepele mulai mengulur waktu sholat sampai dosa yang bisa membuat fatal kita, menyakiti dan mendholimi orang lain. Benar Allah Maha Pengampun segala dosa kecuali menyekutukannya, namun bagaimana dengan kesalahan kita pada sesama?  Jika tanpa sengaja kita melukai hatinya karena status kita di sosial media, dengan ucapan kita di kolom komentar sampai hal yang paling sangat kita hindari, berselisih dan saling memusuhi dengan sesama, astagfirullah...


11 bulan yang lalu sebelum Ramadhan sudahkah kita benar-benar mentaatiNya dan menjauhi laranganNya? 
11 bulan lalu sudahkah kita istiqomah dalam kebaikan  dan kesabaran? 
11 bulan lalu adakah kita bersilaturahmi dan menyedekahkan rejeki kita di jalan kebaikan? 
11 bulan lalu adakah dosa kita pada Allah yang telah kita tebus dan kita memohon ampun kepadaNya? 
11 bulan lalu adakah orang lain yang tersakiti karena ucapan maupun perbuatan kita? 
11 bulan lalu adakah penyakit hati yang menyusup dalam hati kita? iri, dengki, berburuk sangka dan bahkan memfitnah orang lain? 
11 bulan lalu adakah kita cukup bersyukur dan tidak mengeluh akan apa yang diberi Allah?
11 bulan lalu, ya 11 bulan lalu, akankah kita mampu mengemis memohon keberkahan malam lailatul qadar setelah kita melihat semua yang kita lakukan 11 bulan lalu.

Allahulmusta'an, semoga Allah mengampuni semua dosa kita dan memudahkan  kita menyampaikan maaf pada sesama. Wallahu'alam

Rasulullah SAW bersabda : "tahukah kamu siapa orang yang muflis? (orang yang bangkrut). Sahabat menjawab : "menurut kami orang yang muflis adalah orang yang tidak punya dinar (uang)  dan tidak punya harta benda". Rasulullah bersabda : sesungguhnya orang yang muflis datang pada hari kiamat dengan membawa sholat, zakat dan puasa. Dia datang pernah mencaci orang ini, menuduh (hal tidak benar) pada orang ini, memakan (dengan jalan tidak benar)  harta orang ini, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang ini. Maka kepada orang tempat bersalah itu diberikan amal baiknya, dan kepada orang ini diberikan pula amal baiknya. Apabila amal baiknya habis sebelum hutangnya lunas, maka diambil kesalahan orang itu dan dilemparkan kepadanya dan kemudian dia dilemparkan ke neraka" (HR. Muslim) 
Naudzubillah.... 

Thursday, March 26, 2015

Download Al Ma'tsurat Pagi dan Petang

9:34 AM 0 Comments
Assalamualaikum...
Annyeong...
Doa dan dzikir al ma’tsurat adalah kumpulan doa-doa ma’tsur yang disusun oleh Hasan al Banna rahimahullah ‘alaih. Berisi doa-doa yang dibaca setiap pagi dan petang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Untuk al ma'tsurat pagi disarankan selepas subuh dan untuk yang petang disarankan selepas ashar. rujukan al ma'tsurat pertama kali yang saya baca adalah buku kecil praktis yang bisa dibawa kemanapun, namun jika memang tidak berkesempatan dzikir pagi petang ini bisa didengarkan pula melalui hp atau alat pemutar musik mp3 lainnya.


Memang pada dasarnya tidak ada batasan dzikir yang ditentukan Allah karena inti dzikir adalah mengingat Allah, memasukkan Allah dalam tiap nafas, gerak dan aktivitas kita. Doa dan dzikir apapun yang dilakukan secara istiqomah dan penuh pengingatan akan Allah in syaa Allah lebih baik jika dibanding dzikir panjang yang dilakukan jarang-jarang dan separuh hati. 


Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa:
Diriwayatkan dari Sya’bi dari Ibnu Mas’ud ra, “ siapa yang membaca 10 ayat dari surat al Baqarah di rumah, setan tidak masuk ke rumah tersebut malam itu hingga pagi hari, empat ayat yang pertama, ayat kursi, dan dua ayat setelahnya, dan penutupnya ( tiga ayat terakhir)." 
(HR.Thabrani )


Benar bahwa al ma'tsurat mengandung ayat-ayat yang disebutkan dalam hadist tersebut, maka secara otomatis bacaan al ma'tsurat mengcover hal tersebut. Oleh karena itu baik jika setiap pagi dan petang kita luangkan membacanya. Selain itu keutamaan membaca al ma’tsurot lainnya adalah sebagaimana yang diriwayatkan Dari Ibnu Abbas ra. Berkata, Rasulullah saw bersabda, “siapa yang mengucapkan ketika pagi hari, ‘ Allahumma inni asbahtu minka fi ni’matin….’ tiga kali ketika pagi hari dan tiga kali ketika sore, Allah menyempurnakan nikmatnya atasnya.” (HR.Ibnu Saunni)

Untuk memudahkan mendownload, kawan-kawan bisa mengikuti link download berikut :


Al Ma'tsurat Pagi
Al Ma'tsurat Petang


Wallahua'lam Semoga bermanfaat
*diolah dari berbagai sumber
 * copyright of the files  in link are belong to the real owner

Saturday, March 14, 2015

7 Sunnah Nabi SAW Yang Layak Dihidupkan

10:21 AM 0 Comments
Assalamualaikum...
Annyeong...
Sebagai peringatan untuk diri saya sendiri, juga sebagai buah tangan buat sahabat sekalian. Mari kita laksanakan sunnah hebat ini.
Ketujuh sunnah nabi SAW itu adalah:
  • Pertama
Tahajjud. Karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya. Pastinya doa mudah termakbul dan menjadikan kita semakin dekat dengan Allah
  • Kedua
Membaca Al qur'an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia sebaiknya mata membaca Al qur'an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. Paling tidak jika sesibuk apapun kita, bacalah walau beberapa ayat.
  • Ketiga
Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemanapun langkahkan kaki ke masjid karena masjid pusat keberkahan. Bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah
  • Keempat
Jaga sholat dhuha. Karena kunci rejeki terletak pada sholat dhuha. Yakinlah manfaat sholat dhuha sangat dahsyat.
  • Kelima
Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah. Dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
  • Keenam
Jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abi Thalib "Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu sholat walau dia sedang tidak sholat  dan dia dijaga oleh malaikat dengan dua doa: ampuni doanya dan sayangilah dia ya Allah"
  • Ketujuh
Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan. In syaa Allah.




Wallahua'lam
sumber : ODOJ spirit message


Monday, July 28, 2014

Happy Eid Mubarak

11:42 PM 0 Comments
Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar
Allahu Akbar walillahilhamd..

Assalamualaikum...
Annyeong...
Alhamdulillahirobbil 'alamin Allah memberi sebenar-benarnya kemenangan di 1Syawal 1435H ini.
taqabbalallahu minna waminkum
Shiyamana shiyamakum
Semoga semua amalan kita diterima Allah dan diijinkan untuk bertemu Ramadhan tahun depan agar semakin kita' hanif' dalam menjalani hidup ini.

Sebuah petuah yang diucapkan seorang handai taulan pada seorang bocah malam ini yang begitu mengena di hati saya adalah
"Ngaji itu penting, senajan gak iso dadi kyai tapi iso dadi wong ngerti"
Artinya menuntut ilmu, terutama ilmu agama, itu penting, meski tak bisa jadi kyai/ustadz tapi bisa menjadi orang yang mengerti"

Mengerti tentang hidup, mengerti benar salah, mengerti pantas dan tidak, itulah hakikat orang hidup. Karena memang kehidupan dunia adalah jalan menuju kehidupan akhirat, maka ilmu pembeda mana yang benar dan salah adalah sangat penting.
Jadi sobat... keep istiqomah dalam menuntut ilmu ya....
Saya ucapakan selamat hari raya idul fitri 1435H
Mohon maaf lahir dan batin jika selama saya menulis pernah sengaja atau tanpa sengaja menyakiti hati sobat semua :)



Friday, July 25, 2014

Indahnya Cinta Antara Suami dan Istri

9:34 AM 0 Comments
Assalamualaikum...
Annyeong...
Lelaki adalah pakaian untuk istrinya, maka sudah pasti tak ada batasan antara keduanya untuk saling menjaga dan melindungi. Itulah mengapa suami senantiasa harus didahulukan, bukan hanya karena istri adalah seorang makmum yang "suargo nunut neroko katut", namun juga karena suami adalah penjaga dan pelindung bagi sang istri. Ketika pakaian itu robek, bukan hanya bisa ditembus sinar matahari yang dapat menyengat kulit istri, tapi juga membuat aurat sang istri terlihat. Bukan pula hanya karena istri adalah seorang wanita, yang Allah menetapkan lelaki lebih diatasnya. Namun juga karena suami adalah perisai kehormatan istri, yang dari pakaiannya seringkali manusia menilai baik buruknya akhlak istri.


photo credit: google. com
Sedangkan istri di ciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, yang selamanya takkan bisa lurus karena ketetapanNya. Maka suami tak bisa memaksanya lurus dengan kasar karena akan berakibat patah. Suami harus mampu bersikap lembut untuk meluruskannya. Bukan hanya karena rusuk itu keras, tapi karena rusuk itu dekat dengan hati, menyangga hati, jika ia patah maka hati pemiliknya akan terluka. Bukan pula hanya karena rusuk itu tak mau diluruskan dengan paksa, tapi juga karena rusuklah sebagai penyangga tubuh agar tak tumbang. Saat rusuk patah, bukan hanya hati yang tak terjaga, tapi juga tubuh sang pemilik akan lemas kemudian jatuh.

Allah telah menciptakan hambaNYA berpasang-pasangan dari jenisnya sendiri (Q.S. Ar ruum) bukan hanya untuk keseimbangan dunia tapi juga agar mereka saling mengerti dan memahami perasaan masing-masing. Saling memenuhi kebutuhan lahir batin masing-masing, dan saling menjaga dengan apa yang mereka punya. Wallahu'alam






Tuesday, July 8, 2014

Dahsyatnya Fitnah Dari Wanita

7:38 AM 0 Comments
REPOST
UJIAN TERBESAR DALAM KEHIDUPAN
Ujian yang paling besar bagi laki-laki adalah wanita. Demikian Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah mengingatkan dalam sebuah haditsnya. Karena itu Islam memberi rambu-rambu yang sangat ketat dalam mengatur hubungan dua lawan jenis ini. Tujuannya, tentu, untuk memuliakan kedua belah pihak, laki-laki dan wanita. 

Allah Subhanahu wa Ta`ala menciptakan dua jenis manusia, Adam (pria) dan Hawa (wanita), yang secara fitrah keduanya saling tertarik satu dengan lainnya. Si pria tertarik, cenderung dan senang dengan wanita. Sebaliknya, wanita juga punya ketertarikan, kecenderungan dan kesenangan terhadap pria. Bapak manusia, Nabi Adam `alaihis salam, merasa kesepian tatkala Allah Subhanahu wa Ta`ala belum menciptakan Hawa sebagai pendamping hidupnya. Yang demikian ini juga menimpa anak cucu Adam. Ketika usia dan kebutuhan telah menuntut, mereka saling membutuhkan teman hidup dari lawan jenisnya, dan ini fitrah manusia. Karena kuatnya daya tarik pria dan wanita, agama yang samhah - agama yang mudah dan tidak memberikan beban yang berat bagi pemeluknya - ini menetapkan aturan-aturan agar keduanya terjaga dan tidak melanggar batasan Ilahi. Bila aturan itu tidak diindahkan, maka yang terjadi adalah fitnah. Fitnah ini bisa menimpa pihak pria, bisa pula menimpa pihak wanita, atau bahkan kedua-duanya. 

Yang dimaksud dengan fitnah di sini adalah sesuatu yang membawa kepada ujian, bala, dan adzab.
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda tentang fitnah wanita:“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita. ” (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim)

"Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian berketurunan (regenerasi) di atasnya, lalu Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita, karena awal fitnah yang menimpa Bani Israil dari wanitanya. ” (Shahih, HR. Muslim)

Shahabat Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bernama Abdullah bin Mas‘ud radhiallahu `anhu berkata: “Ada seorang laki-laki mencium seorang wanita yang bukan mahramnya. Dengan penuh sesal laki-laki itu mendatangi Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam mengadukan maksiat yang telah diperbuatnya. Maka turunlah ayat Allah:“Dirikanlah shalat pada dua ujung siang dan akhir dari waktu malam. Sesungguhnya kebaikan itu akan menghapuskan kejelekan. Yang demikian itu adalah peringatan bagi orang-orang yang mau berdzikir (mengingat). ” (Hud: 114)Laki-laki tadi berkata kepada Rasulullah: “Apakah ayat ini untukku?” Rasulullah menjawab: “Ayat ini bagi orang yang berbuat demikian dari kalangan umatku. ” (Shahih, HR. Bukhari)

Karena terfitnah dengan wanita, seorang laki-laki ingin berzina; dan karena fitnah wanita, seorang laki-laki melakukan perbuatan yang mengantar kepada zina (mencium), padahal Allah Subhanahu wa Ta`ala telah memperingatkan:“Janganlah kalian mendekati perbuatan zina. Sesungguhnya zina itu merupakan perbuatan keji dan sejelek-jelek jalan. ” (Al Isra’: 32) 

Karena begitu besarnya fitnah antara lawan jenis ini, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah memberikan bimbingan kepada umatnya agar mereka terjaga hingga tidak terjatuh kepada fitnah tersebut. 

Di antara bimbingan tersebut adalah:Firman Allah dalam Surat An-Nuur:30-31 yang artinya:
“Katakanlah (ya Muhammad) kepada orang-orang mukmin: “Hendaklah mereka menundukkan pandangan-pandangan mata mereka dan hendaklah mereka menjaga kemaluan-kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah akan mengabarkan apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: “Hendaklah mereka menundukkan pandangan-pandangan mata mereka dan hendaklah mereka menjaga kemaluan-kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa tampak darinya (tidak mungkin ditutupi). Hendaklah pula mereka menutupkan kerudung-kerudung mereka di atas leher-leher mereka dan jangan mereka tampakkan perhiasan mereka kecuali di hadapan suami-suami mereka, atau ayah-ayah mereka, atau ayah-ayah suami mereka (ayah mertua), atau di hadapan putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau di hadapan saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka (keponakan laki-laki), atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau di hadapan wanita-wanita mereka, atau budak yang mereka miliki, atau laki-laki yang tidak punya syahwat terhadap wanita, atau anak laki-laki yang masih kecil yang belum mengerti auratnya wanita. Dan jangan pula mereka menghentakkan kaki-kaki mereka ketika berjalan di hadapan laki-laki yang bukan mahram, agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan dan hendaklah kalian semua bertaubat kepada Allah, wahai kaum mukminin, semoga kalian beruntung. ” (An Nur: 30-31)

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan putri-putrimu serta wanita-wanitanya kaum mukminin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka di atas tubuh mereka. Yang demikian itu lebih pantas bagi mereka untuk dikenali (sebagai wanita merdeka dan wanita baik-baik) hingga mereka tidak diganggu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Penyayang. ” (Al Ahzab: 59)
“Apabila kalian meminta sesuatu kepada para istri Nabi maka mintalah dari balik tabir. Yang demikian itu lebih suci bagi hati-hati kalian dan hati-hati mereka. ” (Al Ahzab: 53)
Rasulullah mengajarkan kepada para shahabat beliau untuk memberikan hak pada jalan bila mereka terpaksa duduk-duduk di pinggirnya untuk berbincang. Beliau bersabda:“(Hak jalan adalah) kalian menundukkan pandangan, menahan gangguan, menjawab salam dan amar ma’ruf nahi munkar. ” (Shahih, HR. Bukhari) 

Beliau menuntunkan kepada para wanita:“Apabila salah seorang wanita dari kalian hadir di masjid untuk shalat Isya, maka ia tidak boleh menggunakan wangi-wangian pada malam itu. ” (Shahih, HR. Muslim)


“Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian kemudian ia melewati sekelompok laki-laki agar mereka dapat mencium wanginya, maka wanita itu pezina. ” (Shahih, HR. Ahmad. Lihat Ash Shahihul Musnad mimma Laisa fish Shahihain 2/9, karya Syaikh Muqbil t) 

Beliau mengajarkan kepada para laki-laki:“Hati-hati kalian dari masuk menemui para wanita yang bukan mahram!” Lalu ada seseorang dari kalangan Anshar bertanya: “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu dengan ipar?” Beliau menjawab: “Ipar itu maut. ” (Shahih, HR. Bukhari)
“Jangan sekali-kali seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita kecuali wanita itu didampingi oleh mahramnya. ” Maka berdiri seorang laki-laki untuk bertanya kepada beliau: “Wahai Rasulullah, istriku keluar untuk melaksanakan ibadah haji sementara aku telah tercatat untuk ikut dalam peperangan ini dan itu. ” Beliau berkata: “Kembalilah engkau temui istrimu dan berhajilah bersamanya. ” (Shahih, HR. Bukhari )

"Ditusuk kepala salah seorang dari kalian dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya. ” (Shahih, HR. Ath Thabrani dalam Al-Mu`jamul Kabir . Lihat Ash Shahihah no. 226) 

Aisyah mengabarkan tentang keberadaan Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam yang selalu menjauh dari hal-hal yang dapat mengantarkan kepada fitnah:“Demi Allah, tangan beliau tidak pernah sama sekali menyentuh tangan seorang wanita yang bukan mahramnya ketika beliau membaiat mereka. Tidaklah beliau membaiat mereka kecuali dengan ucapan: “Sungguh aku telah membaiatmu dalam perkara itu. ” (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim) 

Ummu Salamah, salah seorang Ummahatul Mu’minin berkata: “Apabila Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah salam dari shalatnya (secara berjamaah di masjid, pent. ), berdirilah para wanita (untuk kembali ke rumah mereka, pent. ) segera setelah selesainya salam beliau, sementara beliau tetap tinggal sebentar di tempatnya sebelum akhirnya beliau berdiri. ” (Shahih, HR. Bukhari)
Rawi hadits ini berkata: “Kami memandang, wallahu a`lam, beliau melakukan hal tersebut agar para wanita yang ikut shalat berjamaah dapat kembali pulang ke rumah mereka tanpa sempat berpapasan dengan laki-laki. 

"Pernah suatu ketika Rasulullah secara tidak sengaja melihat seorang wanita maka beliau segera mendatangi istrinya Zainab untuk mengajaknya jima‘. Setelah selesai menunaikan hajatnya, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam keluar menemui para shahabat beliau, lalu beliau berkata:“Sesungguhnya wanita itu menghadap dalam bentuk setan dan membelakangi dalam bentuk setan. Maka apabila seseorang dari kalian melihat seorang wanita hendaklah ia ‘mendatangi’ istrinya, karena dengan begitu dapat menolak apa yang ada di hatinya. ” (Shahih, HR. Muslim)
Allah Subhanahu wa Ta`ala dengan rahmat-Nya menetapkan adanya pernikahan juga dalam rangka menjaga timbulnya fitnah. 

Rasul-Nya yang mulia bersabda memberi tuntunan kepada para pemuda :“Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah memiliki kemampuan hendaklah dia menikah karena dengan nikah itu dapat lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, adapun yang belum mampu maka hendaklah dia puasa karena puasa itu merupakan tameng dari syahwat”. (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam naungan rumah tangga, seorang suami dan seorang istri diharapkan dapat saling menjaga kehormatan masing-masing. Suami dapat menjaga istrinya dan sebaliknya istri dapat menjaga suaminya. Dan masing-masingnya mencukupkan diri dengan pasangan hidupnya yang sah, tidak berpaling kepada apa yang tidak halal baginya. Ketahuilah, fitnah lawan jenis pada akhirnya dapat mengantarkan kepada zina, padahal Allah telah mengharamkan perbuatan keji ini. Dan yang perlu diketahui zina itu tidak hanya sekedar apa yang diperbuat oleh kemaluan, karena Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina. Dia pasti akan mendapati hal itu. Maka zinanya mata dengan melihat, zinanya lidah dengan berbicara, sementara jiwa itu berangan-angan dan berkeinginan. Dan nantinya kemaluanlah yang membenarkan itu seluruhnya atau mendustakannya. ” (Shahih, HR. Bukhari) 

Kita katakan dalam perkara ini “menjaga diri lebih baik daripada mengobati”. Sebelum jatuh sakit karena penyakit yang ditimbulkan oleh fitnah kemudian nantinya sulit untuk diobati, lebih baik menghindarkan diri dari fitnah tersebut dan tidak dekat-dekat dengannya. Semoga Allah menjaga diri kita… Amin! Wallahu a‘lam bish shawwab.

(Catatan: susunan hadits-hadits yang ada dalam tulisan ini diambil dari kitab Tahdzirul Fataatil ‘Afifah min Talbisaat Az-Zindaaniil Khabitsah, hal. 31-37, karya Ummu Salamah As Salafiyah salah seorang istri As Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i rahimahullahu ta`ala)

source: Fans page facebook catatan cinta dari abi


Sunday, June 15, 2014

Macam-macam Persahabatan

10:52 AM 0 Comments
REPOST
7 Macam Persahabatan, Hanya 1 Sampai Akhirat.

Beberapa Ragam Hubungan Persahabatan:
1. "Ta'aruffan" persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, dan lainnya.

2. "Taariiihan" persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama, dan sebagainya.

3. "Ahammiyyatan" persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.

4. "Faarihan" persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.

5. "Amalan" persahabatan yang terjalin karena seprofesi, misalnya sama-sama guru, dokter dan sebagainya.

6. "Aduwwan" sahabat tetapi musuh, depan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya, "Bila kamu memperoleh ni'mat, ia benci, bila kamu tertimpa musibah, ia senang..." (QS 3:120).Rasulullah mengajarkan doa", Allahumma ya Allah selamatkanlah hamba dari sahabat yg bila melihat kebaikanku ia sembunyi tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan",

7. "Hubban Iimaanan", sebuah ikatan persahabat yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya. Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta'ala.

Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 - 6 akan sirna di Akhirat. yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, persahabatan yang dilakukan karena Allah (QS 49:10), "Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain kecuali persahabatan karena Ketaqwaan" (QS 43:67).


source: sharing artikel ODOJ 1315


sourcet: kartun muslimah fanpage

Wednesday, June 11, 2014

Memotong Kuku, Antara Sunnah dan Manfaat

8:22 AM 0 Comments
"Perkara fitrah ada lima: berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak" (H.R Al-Bukhari dan Muslim) 

Assalamualaikum...
Annyeong...
Waktu TK atau SD, siapa coba yang tidak suka dimarahi orangtua atau bu guru karena kukunya panjang?  Hampir semua pastinya, karena beliau-beliau ini ingin mengajarkan kepada kita tentang kesehatan dengan memotong kuku sejak dini. Lalu mengapa ketika dewasa banyak diantara kita yang suka memanjangkan kuku demi alasan kecantikan? Nah disinilah terselipnya informasi penting yang lupa disampaikan orang tua kita atau guru-guru kita.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa:
"Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam memberi kami batas waktu untuk menggunting kumis, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan, yaitu tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari." (H.R Ahmad, Muslim dan Nasa'i, lafal hadits di atas adalah lafal hadits riwayat Ahmad) 

Dari pemahaman yang saya terima baik dari bapak saya maupun guru agama saya waktu SD, memotong kuku ini menjadi perkara sunnah, artinya ketika dilakukan mendapat pahala, dan memanjangkannya menjadi perkara makruh, artinya ketika kita meninggalkannya kita mendapat pahala. Dan memang berdasarkan hadits tersebut, dianjurkan agar kita memotong kuku tidak lebih dari 40 hari.

Bagi sebagian orang mungkin tidak puas ketika dianjurkan memotong kuku secara kontinue hanya berdasarkan sunnah Rasul. Baiklah mari kita rangkum manfaat apa saja yang didapat jika kita memotong kuku sesuai perintah Rasul. Karena tidak ada satupun sunnah yang ketika dilakukan kita mendapat keburukan, malah yang ada ketika kita melakukan sunnah kita akan mendapat kebaikan. Apakah sajakah manfaat itu?


  1. Memotong kuku dapat menghindarkan kita dari penyakit pencernaan dan penyakit mata. Mikroba patogen merupakan perantara penyebaran penyakit, terutama penyakit pencernaan dan penyakit mata. Yang mengerikan mikroba ini sering bersarang di kuku kita, terutama kuku yang panjang. Bersama dengan kotoran lain, kuku yang panjang ini secara tidak langsung mempertemukan kita dengan berbagai penyakit. 
  2. Memotong kuku dapat menghindarkan kita dari infeksi. Jika kita memotong kuku yang melebihi jari tangan, maka kita akan dengan mudah membersihkan jari tangan yang berada di bawah kuku, tidak cacat, dan dapat dengan mudah untuk bekerja tanpa takut kuku patah. 
  3. Dengan memotong kuku kita menghindarkan diri dari menularkan penyakit pada orang lain. Kuku yang kotor dapat membawa kuman masuk kedalan perut melalui makanan yang kita sentuh. Maka bukan tak mungkin jika kita asal pegang makanan atau berjabat tangan dengan orang lain, secara tidak langsung bisa jadi orang tersebut tertular kuman yang ada di kuku kita. 
Kemudian kapan waktu yang tepat untuk memotong kuku? 
Dari hadits yang diriwayatkan imam muslim diatas disebutkan secara jelas bahwa untuk memotong kuku dianjurkan tidak melebihi 40 hari agar tidak terlalu panjang. Sedangkan untuk harinya banyak disebutkan dalam beberapa riwayat untuk memotong kuku pada hati jumat . 

Dari abu Hurairah: " Bahwasanya Rasulullah SAW memotong kuku dan menggunting misai pada hari jumat, sebelum keluar untuk sholat jumat" (HR. Ahmad) 

Sedangkan tata caranya adalah memulai dengan memotong kuku tangan kanan dimulai dari jari telunjuk hingga kelingking kemudian diikuti dengan ibu jari, setelah itu barulah tangan yang kiri. Sedangkan untuk jari kaki dimulai dari kaki kanan dari ibu jari hingga kelingking, kemudian diikuti kaki kiri. Setelah memotong kuku basuh dan cuci tangan agar bersih. 

Untuk wanita yang sedang haid dan nifas memang ada perbedaan dalam pendapat ulama. Dalam permasalahan fiqih seperti ini silahkan dikaji secara personal, asalkan mempunyai hujjah (pendapat syar'i)  in syaa Allah bisa diikuti.  
Wallahu 'alam. 


referensi:
- adab memotong kuku
- website keshatan orinsis.com
- al-atsariyyah.com

photo credit : koleksi pribadi

Friday, June 6, 2014

Resume workshop "Agar Sakinah Bersamamu"

9:56 AM 0 Comments
Assalamualaikum...
Annyeong...
Sakinah Bersamamu, adalah buku Asma Nadia yang dipersembahkan untuk pernikahan, baik mereka yang akan menikah dan telah menikah. Ada beberapa paket buku pendukung buku pernikahan ini, diantaranya Catatan Hati Seorang Istri, Catatan Hati Yang Cemburu, dan lainnya.

Selain itu Asma Nadia bersama suami Isa Alamsyah juga mengadakan workshop tentang buku ini untuk lebih membantu pemahaman pembacanya.  Sayangnya workshop tersebut diadakan di Jakarta, cukup jauh memang dari tempat saya tinggal. Tapi Allah Maha Baik, seorang teman di grup ODOA (tafsir dan hafalan one day one ayah) bersedia membagi ilmunya dari workshop ini.  Berikut rangkumannya:


#InspirasiPagi #ShareIlmu

Resume workshop "Agar Sakinah Bersamamu"
By Asma nadia dan Isa Alamsyah
Sabtu, 26 april 2014 @ JDC

  • Pernikahan itu adalah sebuah keputusan "besar" saat ini untuk sebuah impian dan potensi masa depan
  • Menikah bukan untuk bahagia, melainkan untuk menjadi lebih "berdaya"
  • Menikah juga bukan mencari pasangan yg sempurna, melainkan "menerima" pasangan dengan sempurna
  • Tambahlah "kualitas diri" selama penantian, jadikan semua sbg media pembelajaran
  • Jangan menikah karena jatuh cinta, menikahlah jika bersamanya "surga" itu akan terasa lebih dekat
  • Pernikahan itu ujiannya banyak, jangan tertipu dengan penampilan luar indahnya saja
  • Jalan menuju sakinah adalah dengan perhatikan calon pasanganmu, pastikan akhlaknya tak pernah membosankanmu. Pun pengertianmu terhadap dirimu sendiri. Pengetahuan seseorang terhadap dirinya sendiri akan lebih menenangkan dan membuat tenang orang2 sekitarnya (sadar diri dan sadar orang lain)
  •  Cara prediksi masalah di masa depan :
  1. Kenali karakter pasangan lewat kebiasan,  perasaan pasangan harus menjadi prioritas
  2. Kenali latar belakang keluarganya
  3. Lihat kualitas diri ketika ada masalah
  • Setiap pernikahan memiliki ujian, namun sakinah akan hadir ketika "daya tahan" dalam pernikahan lebih kuat dari ujian-ujian pernikahan
  • Persepsi baik akan membuat baik prediksi buruk
  • Nikah -> happy -> problem -> solving -> Happy Sakinah Family
  • Ujian pernikahan :
  1. Karakter/kebiasaan. Karakter itu sebenarnya bisa diubah, dibentuk sesuai keadaan yang dihadapi.  Be the best of you, not be your self! Ketika masalah datang, bisa jadi ada 2 kemungkinan, bisa diselesaikan saat itu juga, atau bisa diselesaikan nanti. Maka carilah "Golden Moment" untuk menyelesaikannya. Kalo mau ngambek, jadilah "pengambek visioner", punya tujuan bagaimana kedepan
  2. Finansial.  Percaya Alloh tidak akan menelantarkan hamba-Nya. Pahami konsep rejeki akan lebih menenangkan. Alloh pun sudah memberi semua, tinggal bagaimana cara kita meraihnya. 
  3. Kesetiaan.  Apapun yg membuatmu gelisah, kembalikan semua pada Alloh dan kembali pada pasanganmu. Nasehat-nasehat kebaikan itu ada bersama pasangan yang baik
  4. KDRT.  Ingat hadits Rasul yang mengatakan berlemah lembutlah pada istrimu
  5. Kesehatan/kehilangan.  Suami/istri harus tahu hal apapun juga dalam keluarganya, sekecil apapun, karena rahasia maut adalah sebuah misteri yang kita tidak pernah tau sama sekali kapan tibanya.  Siapkan diri selalu untuk kemungkinan-kemungkinan terburuk sekalipun. Itulah mengapa baiknya istri memiliki penghasilan sendiri yang tentu diridhoi suami, karena agar tidak selalu bergantung saja pada suami dan kita pun tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kedepan. 
  • Jangan menunda masa-masa "kebersamaan" dalam keluarga, sekalipun lelah sedang menggelayuti dirimu. Ingat, semua tidak akan terulang untuk kedua kali. 
  • Keluarga adalah sebagai kunci keterbaikan masyarakat
  • SAKINAH ADALAH TUJUAN -> agenda cinta ayah bunda
  • Dengarkan semua cerita suami/istri dan anak-anak -> langkah baik mereka dekat ke kita dan kesempatan memberikan "inputan-inputan bijak" akan lebih mudah
  • Haluskan bahasamu pada suami/istri dan anak-anak
  • Senyum dan perkataan orang tua itu adalah "investasi" bagi anak-anaknya

Mudah-mudahan bisa menjadi bekal dalam proses menjemput takdir jodoh terbaik dari-Nya bagi yang belum menikah, pun semoga jadi bahan penguat pernikahan bagi yang telah menikah..
Mari memantaskan diri!



Diolah dari : ODOA 9 dan buku Sakinah Bersamamu oleh Asma Nadia

Keutamaan Tawadhu'

9:38 AM 0 Comments
Assalamualaikum...
Annyeong...
Artikel ini merupakan repost dari artikel yang di post mba ari (ODOJ 1315) di grup Sahabat Surga pada Jumat,  6 Juni 2014. Artikel pendek yang berisi nasehat bagi semua muslim, agar senantiasa menjadi pribadi tawadhu' dalam hidupnya.  Memang tidak mudah, oleh karena itu saya berharap di Jumat barokah ini artikel ini mampu membawa manfaat, menguatkan kita agar senantiasa berusaha menjadi pribadi tawadhu'... aamiin...


Jum'at, 6 Juni 2014
:: Keutamaan Tawadhu ::

Tawadhu’ merupakan sebab kemuliaan di dunia dan akhirat.

وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

“Dan tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim)

Allah akan meninggikan derajatnya di dunia maupun di akhirat. Di dunia, orang akan menganggapnya mulia, Allah pun akan memuliakan dirinya di tengah-tengah manusia, dan kedudukannya akhirnya semakin mulia. Sedangkan di akhirat, Allah akan memberinya pahala dan meninggikan derajatnya karena sifat tawadhu’nya di dunia (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim)


Saudaraku…
Tawadhu’ juga merupakan sebab disayangi, dicintai di tengah-tengah manusia.
Orang tentu saja akan semakin menyayangi orang yang rendah hati dan tidak menyombongkan diri. Itulah yang terdapat pada sisi Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَىَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغِى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

“Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas  pada yang lain.” (HR. Muslim)

Semoga Allah mengaruniakan sifat tawadhu’. Aamiin

sumber : Dakwah Al -  sofwa


source: google.com

Tuesday, April 8, 2014

Kesabaran

3:35 PM 0 Comments
"Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar". (Al Fushilat 35)

Assalamualaikum...
Annyeong...
Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi ilmu tentang kesabaran yang saya peroleh dalam kajian majelis dzikir jamaah masjid Syeikh Abdurrahman yang berada di gunung petukangan Gresik (daerah Giri) pada hari Senin, tanggal 7 April 2014. Kajian ini diasuh oleh romo kyai Fatkhur Rokhman, berikut ringkasan kajiannya:

Kesabaran adalah perkara yang mudah diucapkan namun sangat sulit untuk dilakukan. Dalam kehiduoan sehari-hari kita, banyaknya hal yang kita anggap baik maupun buruk, pertemuan dengan seseorang yang kita anggap baik dan buruk seringkali membuat kita lupa akan hakikat sabar. Oleh karena itu kita harus berusaha sungguh-sungguh dalam meningkatkan kesabaran. Meningkatkan kesabaran yang dimaksud disini adalah utamanya kesabaran untuk melaksanakan perintah Allah SWT. Karena jika kita tidak sabar maka, perintah Allah itu akan sering terbengkalai jarena kelalaian kita sebagai manusia.
Dalam firmanNyaa disebutkan:

"mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat" (Q.S Al Baqarah : 45)

Disebutkan sabar terlebih dahulu daripada shalat karena memang sabar mempunyai pahala kebaikan yang sangat banyak. Sabar dalam melakukan perintah Allah yang dimaksudkan adalah kesabaran untuk senantiasa bersungguh-sungguh dalam menaatinya, terutama disini adalah kesabaran menjaga shalat, baik menjaga kualitas, kuantitas dan juga waktunya. Selain itu, kita juga harus berjuang untuk bersabar dalam menjauhi larangan Allah. Artinya kita akan berusaha sekuat tenaga untuk jauh dari hal-hal yag dilarang dan dibenci Allah.

Dalam hidup, kita boleh pasrah kepada Allah, hanya saja sebelum kita pasrah kita harus berusaha sekuat tenaga untuk melakukan perintah Allah dengan penuh kesabaran, karena disitulah letak ruh dari tawakkal. Dalam Al Qur'an surah Al Baqarah disebutkan:

"Dan pasti Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata : sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNyalah kami kembali" (Q.S Al Baqarah : 154 - 155).

Para ulama menyebutkan bahwa sabar terdiri dari 3 macam, yaitu bersabar dalam melaksanakn perintah Allah, bersabar dalam menjauhi larangan Allah, dan bersabar dengan ketetapan Allah atas diri dan hidup kita.

Menjadi pribadi yang sabar dalam 3 hal tersebut tentunya bukanlah hal yang mudah, karena Allah menjanjikan pahala yang besar terhadapnya. Oleh karena itu dalam proses meningkatkan kesabaran dalam 3 hal tersebut, kita bisa melatihnya dalam diri kita melalui 3 hal, yaitu:

foto : koleksi pribadi
1. Melatih kesabaran qolbu/hati.
Disini kita harus melatih hati kita untuk bersabar dalam prasangka, penyakit hati, keinginan akan bermaksiat yang ditekan jauh, maupun bersabar dalam mengeluh akan sakit dan musibah yang diberi oleh Allah. Kita harus membiasakan dalam tiap desahan nafas kita, dalam tiap detik hati kita untuk senantiasa berdzikir kepada Allah agar kita menjadi pribadi yang tawadhu' dan sabar.

2. Melatih kesabaran lisan/ucapan.
Hal baik ataupun hal buruk yang menimpa kita, pertemuan dengan orang yang menyenangkan maupun menyakitkan hati kita, harus kita sikapi dengan terus berkata yang baik. Jika kita sulit menjaga perkataan kita, berdzikirlah, sebut nama Allah setiap saat dalam 24 jam sehari. Bahkan jika tak sanggup menahan diri dari berkata buruk, lebih baik kita diam, beristighfar dan berdzikir di dalam hati. Menjadi pribadi yang rendah hati dan hanya mengucap perkataan yang baik dan bermanfaat akan meningkatkan kualitas kesabaran kita.

3. Melatih kesabaran dalam perbuatan.
Dalam tiap jengkal diri kita, dalam tiap detik hembusan nafas kita dalam perbuatan sehari-hari, haruslah dilandaskan kesabaran akan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Kita harus sadar betul akan hak dan kewajiban kita dalam hubungan kita dengan Allah, dengan orang lain, dan juga dengam diri sendiri. Sehingga kita terhindar dari berbuat dhalim baik pada Allah, orang lain maupun diri pribadi kita. Kesabaran dalam perbuatan inilah yang nantinya mampu menjaga diri kita untuk senantiasa menghormati dan menghargai orang lain dan juga mampu menjaga ibadah kita terhadap Allah SWT.
Wallahua'lam.

Semoga bermanfaat untuk saya pribadi dan semuanya.


Thursday, April 3, 2014

Keutamaan Membaca Surah Al Kahfi di Malam/Hari Jumat

7:23 PM 0 Comments
Assalamualaikum...
Annyeong...
3 bulan lebih blog ini tidak terjamah,mohon maaf  karena berbagai kendala mengakibatkan kekosongan posting disini.

Saya mulai mengisi blog ini dengan sedikit pengingat di malam Jumat ini. Dalam sistem penanggalan Hijriyah, hari dimulai saat adzan maghrib berkumandang atau sekitar pukul 18.00 WIB. Selama ini banyak diantara kita salah kaprah bahwa malam jumat adalah malam dimana disunnahkan untuk membaca surah Yasiin, padahal apabila kita melihat kembali sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW pada malam jumat, maka kita tidak menemukan dalil kuat mengenai perintah membaca suah Yasiin tersebut.

foto : @alfatih studio
Pada beberapa kajian yang sempat  saya ikuti dan dari penjelasan yang saya pahami, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan Rasulullah pada malam/hari Jumat,diantaranya aalah membaca surah Al Kahfi. Membaca surah Al Kahfi ini bisa dimulai selepas sholat maghrib di malam Jumat sesuai beberapa hadits Rasulullah berikut:


Dari Abu Sa’id al-Khudri radliyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘atiq.” (Sunan Ad-Darimi. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani)


 Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

,مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.”Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib).

Oleh karena itu mari kita luruskan kembali sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah kepada kita, agar kita menjadi umat yang seperti beliau sebutkan, yaitu sebaik - baik umat,insyaa Allah...


diolah dari berbagai sumber