Showing posts with label Poems. Show all posts
Showing posts with label Poems. Show all posts

Monday, August 22, 2016

KuasaMU

2:07 PM 0 Comments
Yaa Rabb ku, Yaa Rahman Ya.. Rahim...
Ketika hati sempat diombang-ambingkan oleh lisan-lisan makhlukMU
Berbagai keajaiban disekitarku terjadi dengan seijinMU
Membawa kembali keteguhan hati yang selama ini memudar
Memantapkan langkah menunggu ketetapanMU dengan penuh kesabaran dan ketawakkalan
Seolah ingin KAU tunjukkan padaku bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan jika aku bersamaMU

Yaa Allah, Yang Welas dan penuh Kasih..
Ketika jiwa mengalami pasang surut karena perhitungan manusia
KAU tunjukkan bahwa KAU melampui segala ketidakmungkinan dan kefanaan ilmu manusia
KAU hapuskan seketika gelisah itu dengan menunjukkan bahwa kemampuanMU lah yang utama
IlmuMU jauh diatas segala perkataan dan keputusan makhlukMU

Yaa Robbi...
Betapa naif dan kerdil diri ini menangis dan bersedih dengan ketetapanMU tanpa tau kehendakMU
Betapa tak bersyukur hati ini dengan rencanaMU dan segala nikmat yang akan KAU berikan padaku
Kau beri banyak duri untuk membuatku menjadi pribadi tangguh dan mawas diri
Tapi aku menjadi hamba yang meragukanMU tanpa mau tau bahwa diujung sana terdapat bunga yang mekar semerbak menantiku

Yaa Allah...
Ampuni aku yang terlalu sombong mencoba menghakimiMU wahai dzat Yang Maha Adil
Ampuni aku yang terlalu angkuh meragukanMU saat KAU berikan kejadian luar biasa yang tak semua orang KAU beri kesempatan melaluinya
Dan ampuni aku karena  terlalu lemah hati ini untuk meyakiniMU akibat lisan-lisan makhlukMU
Sungguh diri ini hanya segumpal darah yang selalu goyah dengan hembusan ujian dan bisikan setan
Tetapkanlah hati ini bersamaMU dan meyakini segala ketetapanMU
Karena tak satupun rencana dan ketetapanMU menjadikan buruk kehidupan hamba-hambaMU


Thursday, April 2, 2015

Sajak Hujan

1:21 PM 0 Comments
Aku titipkan resah pada tiap tetes hujan
Berlawan senja yang berganti malam
Meniup dingin yang berhembus pelan
Hingga tak sadar langitpun kelam

Bukan pelangi yang membuat senyuman
Bukan pula senja yang merah menawan
Tapi dia yang menari dalam hujan
Selalu membawa senyum dalam kegelapan

Datanglah wahai pangeran malam
Bawalah doa dalam setiap harapan
Yang kuyakin kan menetapkan cinta dalam dekapan
Hanya pada dia yang mencintamu dengan keyakinan

Sajak Hujan - 150315-



Sunday, November 2, 2014

Je T'aime

11:18 AM 0 Comments
Jangan salahkan aku tentang malam
Bagaimana aku tahu bulan tak benderang?
Kembalikan cahaya bintang pun tak mungkin kulakukan
Karena subuh datang menjelang

Akulah sang hamba yang papa
Yang tak tahu cara meminta
Hingga membuat malaikat bertanya
Sedang apa aku dengan doa dosa

Bumi menyapa mentarinya
Menawarkan cinta yang akan membebaskannya
Dan aku masih terdiam dalam fana
Tentang rasa yang tak lagi dapat ku raba

Aku hamba gila
Yang memaksa malaikat mengikatku disana
Mendiamkanku antara bumi, surga dan neraka
Demi menyambutmu yang kucinta

Aku mencinta
Bagai air pada sungai
Bagai api pada abu
Dan terus menghayalnya hingga ajalku

Inilah aku menunggumu
Memintamu menarikku ke surgaNya
Menuntutmu bawa jiwaku
Menyeberangi neraka demi keabadian kita


Friday, June 27, 2014

Tentang Hati

10:49 AM 0 Comments
Inilah cerita tentang hati hambaMU yaa Rabb...
Hati yang KAU buat begitu lembut agar mampu menerima kebenaran dariMU

Wahai Dzat yang Maha Hidup dan tak pernah mati
Jangan biarkan diri ini sendiri mengarungi singkatnya hidup
Temani hati ini agar tak sepi

Wahai Dzat yang Maha Membolak-balik hati
Jangan biarkan diri ini meragukan kebenaranMU
Tetapkan hati ini hanya menatap lurus padaMU

Wahai Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Cintailah diri ini lebih dan lebih setiap hari
Meski mungkin cintaku tak sebesar kasihMU

Wahai Dzat yang Maha Pemurah
Berikanlah kemudahan dalam hati ini
Agar kelak tak ada iri dalam hati ini

Wahai Dzat yang Maha Pengampun
Berilah kemampuan diri ini untuk memaafkan sebelum terluka
Meski tersakiti begitu dalam hingga hampir membuat mati

Wahai Dzat yang Maha Penghitung
Mampukanlah ingatan ini melupakan tiap sakit yang pernah tercipta
Meski begitu dalam luka itu telah tercipta

Wahai Dzat yang Maha Besar
Berikanlah keikhlasan dan kesabaran yang luas
Pada duniaMU yang sempit ini

Wahai Dzat yang Maha Pemberi Rahmat
Jangan biarkan sedikitpun hati ini meragukan kasihMU
Meski mungkin ujian datang silih berganti menerpa hari

Wahai Dzat yang Maha Adil
Tetapkan hati ini yakin hanya kebaikan yang Kau ingin dari tiap coba dan teguranMu
Karena diri ini penuh keluh saat susah menyapa

Wahai Dzat yang Maha Baik
Cintai aku dengan segala kasihMU
Karena hanya Engkau satu-satunya Dzat yang takkan menyakiti

Wahai Dzat yang Maha Segalanya
Hidup matiku milikMu
Maka jangan biarkan aku bersedih jika bukan karenaMu

Wednesday, June 18, 2014

Melukis Bintang (Tetralogi Hati Yang Tak Pernah Mati Bag. 4 - end)

1:32 PM 0 Comments
Pernah ingin ku lukis pelangi
Namun sangsi
karena tak ku temukan damai disisi

Pernah pula ku ingin sinar rembulan
Namun ku enggan
Karena tak ku dapatkan riang

Akhirnya ku bertemu bintang
Dia katakan kaulah sebagai bayangan
Kaulah bintang yang kan terus benderang
Meski jarak jadi penghalang

Kaulah bintang yang menemani gelapnya malam
Yang terus berkelip meski awan datang
Yang selalu ada meski kadang siang menelan

Kaulah bintang
Yang memenuhi hatiku dengan senyuman
Yang menghapus airmata dengan gurauan
Kaulah bintang yang akan tetap ada meski siang menjelang
Berjanji tetap bersinar meski dari kejauhan

Kaulah bintang
Yang bersamanya aku kan tenang
Menuntunku kedalam terang
Hingga aku tak takut temaram
Atau menangis dalam diam




Tuesday, June 17, 2014

Disapa Sepi (Tetralogi Hati Yang Tak Pernah Mati Bag. 3)

8:13 AM 0 Comments
Bukan Hati
Jika dia tak pernah iri
Pernah aku coba berkompromi
Ketika hati disapa sepi
Mengubur cemburu yang menyapa hari
Menjanjikan dunia tanpa benci
Yang tak satupun sanggup mencaci
Aku katakan padanya untuk pergi
Memintanya tak menyinggahi diri
Ataupun menawarkan iri pada hati
Mengusirnya jauh ke lembah tak berpenghuni

Duhai hati,
Apapun yang kau rasa saat ini
Janganlah berpaling dari yang memiliki
DIAlah yang memiliki dan memfitrahkanmu menjadi seperti ini
Mencipta cemburu sebagai fitrah diri

Duhai hati,
Katakan kau tak pernah mati
Meski perih menjelajahi
Katakan kau selalu tegar menghadapi
Kalahkan dia yang disebutnya iri
Dan memenjarakan cemburu diantara sepi

Duhai hati,
Lihatlah kembali betapa ia mencintai
Rasakan kembali besar pengorbanan diri
Yang telah mengalahkan ego diri
Dan dengan masa lalu ia rela berdamai

Duhai hati,
Tataplah kembali dunia dimana tak ada cela
Rajutlah kembali asa yang tak pernah sirna hingga surga
Dan katakan kembali betapa sesak dadamu dipenuhi cinta
Tersenyumlah untuknya
Sambutlah rengkuhannya
Karena dia hanya seorang hamba
Yang belajar mencinta
Demi abadinya cinta yang fana
Yang akan bersatu kembali disurgaNYA.

Friday, June 13, 2014

Matematika Hati (Tetralogi Hati Yang Tak Pernah Mati Bag. 2)

10:33 AM 0 Comments
Ketika aku masih bersama logika matematika
Lelaki hanif hanya definisi prasangkaku saja
Berfikir siklis antara nyata dan maya
Yang tak pernah bersua dalam linearnya cinta

Aku ini wanita
Aku bisa menjelajah hati demi sebuah asa
Mentransformasinya menjadi sebuah teorema rasa
Tapi aku tak percaya
Pada tiap hati yang menawarkan suka

Masih jelas berpendar dalam tiap heksagonal otakku
Asimetris hati antara kau dan aku
Mencerca tiap sudut kata
Mensubtitusinya menjadi rasa
Namun tak jua berotasi menemukan cita

Mencoba menulusuri barisan geometri hatimu
Berusaha membawa vektor hatiku pada fungsi hatimu
Hingga kutemukan determinan matriks dihatimu
Yang mengajarkan aku arti sabar dalam mencintamu





Thursday, June 12, 2014

Tentang Sebuah Nama (Tetralogi Hati Yang Tak Pernah Mati Bag. 1)

10:56 PM 0 Comments
Dulu,
Aku memanggil namanya
Mendebat tiap sanggahannya
Menolak hatinya
dan kadang mengabaikannya

Kemudian,
Aku kehilangannya
Aku mencarinya
Dengan airmata aku menemukannya
Merengkuh dan tak pernah melepasnya

Nanti,
Saat dia dipanggil abi
Kelak akan membagi hati antara jundi dan ummi
Untuk sebuah amanah Rabbnya yang suci
Dan menjadi kekasih Nabi

Dia,
Lelaki yang menjadi hubbybi
Yang membawa separuh nadi
Yang rela menyatukan visi
Dan berani membuat janji suci

Dia,
Lelaki yang menggenapkan setengah diennya
Diatas malaikat sebagai saksinya
Menjadi imam untuk rusuknya
Dan menanggung segala cerita

Dialah suamiku
Yang hatinya untukku
Yang tanggung jawabnya atasku
Dan yang namanya bersama doaku
Dialah yang berdoa menyebut namaku
Mengharap hal yang sama denganku
Bermimpi tentang surgawi
Sebagai tempat terakhir bersatu kembali


Diorama Mimpi dan Sepasang Keraguan

2:52 PM 0 Comments
Lelah nafas terhambur
Mengiring berakhirnya mimpi panjang
Memaksa meminta malaikat datang
Dan menyajikan pelangi dalam derasnya hujan

Telah kunanti dipersimpangan
Antara surga, neraka, dan hujan
Bersama awan
Menelan getir keraguan

Inikah akhir?
Ataukah jalan pulang?
Agar aku melihat dalam sebuah senyuman
Yang tak kan terlihat kala ku kembali berjalan

Aku masih memimpinya
Sebuah asa bersama hatinya
Yang berharap tak ternoda
Meski luka telah menganga

Ah, mungkinkah itu mimpi jika aku meragunya?
Atau sebatas obsesi tentang luka lama?
Entahlah..
Aku tak menemukan jawabnya



dedicated to:gadis kecil yang ingin kembali bahagia, love you nduk